Ribuan Mahasiswa Luar Daerah Berpotensi Tak Menggunakan Hak Suaranya dalam Pemilu


Kantor KPU DIY di Jalan Timoho. Foto/Azwar

YOGYAKARTA - Ratusan ribu mahasiswa luar daerah yang belajar di Yogyakarta berpotensi tidak menggunakan hak pilihnya alias Golput dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014.

Hal itu diSebabkan, kebanyakan mahasiswa dari luar daerah tersebut dikhawatirkan kesulitan meluangkan waktu dan biaya untuk pulang kampung demi menyoblos.

Tercatat, jumlah mahasiswa di DIY yang tersebar di berbagai perguruan tinggi mencapai 298 ribu mahasiswa. Dari jumlah total mahasiswa sebanyak 85 persen atau 200 ribu mahasiswa yang merupakan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia.

Menanggapi hal itu, komisioner KPU DIY Nur Huri Mustofa mengatakan, potensi golput di kalangan pemilih pemula di DIY memang tinggi. Hal ini berdasarkan pada jumlah pemilih pemula di DIY mencapai 20% dari total daftar pemilih tetap atau DPT.

"KPU telah menerapkan kebijakan khusus bagi para mahasiswa luar daerah yang belajar di Yogyakarta agar tetap dapat menggunakan hak pilihnya tanpa harus pulang kampung. Dengan membuat surat pernyataan resmi pencabutan namanya sebagai pemilih di daerah asal," ujarnya Rabu (15/01/2014).

KPU DIY juga sudah bekerjasama dengan Kantor KPU se-indonesia dan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta untuk melakukan pendataan mahasiswa yang berada di Yogyakarta. Hal itu sebagai upaya untuk mendongkrak tingkat partisipasi mahasiswa dalam proses Pemilihan Umun (Pemilu) 2014.

"Di mana nantinya Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan form A5 kepada mahasiswa yang ingin memberikan hak suaranya di DIY," tambahnya saat di temui di ruang Kerjanya.

Sementara itu, terkait jumlah DPT yang dinyatakan invalid yang jumlahnya mencapai 6 ribu orang pada tanggal 17 januari mendatang proses pendataan DPT sudah selesai dilakukan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY Nur Huri Mustofa berharap target 75 persen terhadap pemilih dalam pesta demokrasi 2014 mendatang tercapai sesuai pada target Skala Nasional dan angka golput di tingkat pemilih pemula dapat diminimalisir. (war)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga