JPW Tak Terkejut Atas Sikap Mabes Polri yang Berpihak pada Kapolda DIY


doc.istimewa

YOGYAKARTA - Jogja Police Watch (JPW) DIY tak terkejut dengan sikap Mabes Polri yang terkesan membela kinerja Kapolda DIY dalam menangani kasus kekerasan dan perusakan gereja. Padahal banyak LSM di antaranya, Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (MAKARYO) meminta Kapolda DIY, Haka Astana mundur dari jabatannya.

"Sikap Mabes Polri tidak mengejutkan bagi kami. Itu biasa dalam semangat korsa jiwa korps yang lebih dominan daripada memperhatikan kegelisahan rakyat terhadap lemahnya kinerja kepemimpinan Kapolda DIY," kata Kusno S. Utomo, Kepala Divisi Pengawasan dari Jogja Police Watch, hari ini Kamis (5/6/2014) kepada Jogjakartanews.com.

Lebih lanjut Kusno mengaku prihatin dengan sikap dari Mabes Polri itu. "JPW prihatin dan menyayangkan sikap dari Mabes Polri yang masih mempertahankan posisi Haka Astana sebagai Kapolda DIY," ujarnya.

Seperti yang dikutip dari Tribun Jogja, hari ini Kamis (5/6/2014) Divisi Humas Mabes Polri Irjend.Pol. Ronny F. Sompie, mengatakan bahwa Kapolda DIY sudah bekerja secara maksimal dan profesional dalam menangani dua kasus kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polda DIY.

Sementara itu, redaksi Kompas TV didampingi oleh divisi advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama LBH Pers Yogyakarta, pagi tadi sekitar jam 10 WIB mendatangi Mapolda DIY, jalan Ring Road Utara, Catur Tunggal, Depok, Sleman, DIY.

"Kami menanyakan perkembangan kasus kekerasan atas jurnalis Kompas, Michael Aryawan dan hingga saat ini pertemuan dengan pihak Polda DIY, masih berlangsung," terang Ketua AJI Yogyakarta, Hendrawan kepada Jogjakartanews.com, melalui pesan singkatnya. (bhr)

Redaktur: Azwar Anas

 


 



Terpopuler


Baca Juga