Kamis, 05/06/2014 22:00 WIB | Dibaca: 1056 kali

Cegah Aksi Kekerasan, Sultan Sepakati MoU dengan Polda DIY


Sultan, Kapolda, Danrem, dan instansi terkait menandatangani MoU anti kekerasan di DIY. Foto/Azwar

YOGYAKARTA - Maraknya aksi kekerasan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta telah mencoreng citra keistimewaan. Terkait hal itu Kamis (5/6/2014) malam, Gubernur DIY Sri sultan HB X Bersama Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (POLDA DIY), Korem 072 Pamungkas, Kejaksaan Tinggi DIY, BIN DIY, dan sejumlah Instansi terkait melakukan kesepakatan bersama melalui penandatangan MoU terkait penanganan penghentian aksi kekerasan di DIY.

Kesepakatan tersebut sebagai bentuk sinergitas dan komitmen bersama atas upaya mengantisipasi terjadinya konflik sosial yang terjadi.

Kapolda DIY, Brigjend Pol.Haka Astana mengatakan, konflik kekerasan yang terjadi di DIY tidak bisa diselesaikan oleh pihak kepolisian saja melainkan harus melibatkan semua instansi terkait untuk mengembalikan wilayah DIY lebih aman serta nyaman.

"Polri tidak mampu bekerja sendirian karena langkah antisipasi terhadap permasalahan konflik sosial ini tidak dapat dilakukan secara parsial," ujarnya Kamis (5/6/2014) malam di Gedung Serbaguna Polda DIY.

Ia menambahkan hal ini sejalan dengan Grand Strategy Polri tahun 2010-2014 yaitu membangun kemitraan dengan implementasi yang terus menerus serta akan selalu di monitoring dan dilaporkan secara berjenjang.

Diketahui aksi kekerasan terbaru di DIY terjadi pada Kamis (5/6/2014) malam Pukul 03.00 WIB yang terjadi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta hingga menewaskan satu Mahasiswa asal wilayah Timur yang belajar di salah satu kampus swasta di Yogyakarta saat meminum kopi di ankringan.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap setelah disepakati MoU dengan sejumlah instansi terkait pada kamis (5/6/2014) malam, kondisi DIY bisa lebih aman dan nyaman dari sebelumnya. "Insyallah Yogyakarta bisa lebih aman," ujarnya saat ditanya wartawan di Polda DIY. (war)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga