Dewan Keamanan PBB Tak Berkutik Cegah Serangan Brutal Israel ke Palestina


Anak-anak palestina menjadi korban kebiadaban tentara Israel. Sumber: Reuters

GAZA- Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak Israel menghentikan serangan ke Palestina untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak dari kedua belah pihak. Bahkan di palestina 81 korban meninggal dan didominasi wanita dan anak-anak.

"Saya mengutuk bertambahnya jumlah nyawa melayang di Gaza," kata Ban Ki-moon dikutip Aljazera.

Menyusul pernyataan Ban Ki-moon, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) juga menggelar pertemuan darurat pada Kamis (10/7/2014) untuk membahas serangan Israel ke palestina tersebut, dimulai pada pukul 10 pagi tadi di markas besar PBB di NewYork.

Pertemuan itu diikuti dengan konsultasi tertutup di antara 15 negara anggota DK-PBB. Namun hingga malam ini belum ada media yang melansir hasil keputusan DK PBB tersebut.

Sebelumnya Duta Besar Kuwait di Palestina, Mansour Al-utaibi telah mendesak DK-PBB untuk menghentikan agresi pasukan Israel di Jalur Gaza. Menurutnya DK-PBB harus segera mengeluarkan sebuah pernyataan atau resolusi, untuk mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak.


"Penggunaan kekuatan yang tidak proporsional oleh tentara Israel untuk menyerang palestina dan menyebabkan warga sipil meninggal dunia, tidak dapat dibenarkan. DK-PBB harus segera mengambil tindakan guna melindungi penduduk Palestina," kata Utaibi atas nama negara-negara Arab kepada para wartawan dikutip AFP.

Namun desakan dari Negara-negara arab dan Sekjen PBB tidak diindahkan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menyatakan akan mengintensifkan serangan terhadap kelompok Hamas di Jalur Gaza dengan para pejabat pertahanannya.
Ia mengatakan para milisi Palestina akan "membayar mahal" untuk serangan-serangan roket mereka ke Israel.

Israel mengatakan mereka menyasar para pejuang dan fasilitas milik militan, termasuk peluncur roket, gudang senjata, terowongan dan pusat-pusat komando sebagaimana dilansir BBC Indonesia.

Ketegangan antara Hamas (pasukan palestina) dan tentara Israel memanas menyusul tindakan brutal dan agresif dari warga Israel terhadap orang-orang Palestina. Ketegangan memuncak setelah hilangnya tiga remaja Yahudi yang kemudian ditemukan tewas di dekat Hebron.

Diduga sebagai pembalasan, warga Yahudi melakukan pembunuhan keji terhadap remaja palestina yang dibakar hidup-hidup di Yerusalem.

Pihak Israel menuduh Hamas sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan ketiga remaja Yahudi tersebut. Dalam pencarian pelaku pembunuhan ketiga remaja itu, pasukan Israel melancarkan operasi penangkapan besar-besaran dan brutal atas warga Palestina di Tepi Barat.

Namun informasi lainnya menyebutkan serangan Israel diduga karena faktor politik. Israel takut Pelestina menjadi lebih kuat dengan munculnya wacana bersatunya kelompok politik di palestina untuk menguatkan Negara Kesatuan Palestina. (lia/ded)

Redaktur: Tarnowo

 


 





Baca Juga