Kamis, 26/02/2015 18:07 WIB | Dibaca: 4706 kali

Kemandirian Pemuda, Kemandirian Bangsa


Oleh: Nofria Atma Rizki

Pemuda adalah generasi muda yang akan meneruskan pembangunan dan pertumbuhan bangsa ini. Seiring dengan perkembangan zaman maka permasalahan yang di hadapi semakin bertambah. Era baru akan kita mulai. Yaitu era pasar bebas ( MEA 2015 ) yang sebentar lagi akan berlaku. Sektor perekonomian memang dianggap sektor yang paling mempengaruhi dalam mensejahterakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Istilah kewirausahaan memang tidak asing lagi dikalangan pemuda. Meskipun begitu, golongan pemuda masih perlu memperoleh perhatian khusus tentang kewirausahaan. Selain sebagai nafas zaman, kaum mudalah yang senatiasa menjadi incaran pemasaran sebagai segmen pasar potensial. Posisi pemuda juga strategis dan khas secara budaya dan kondisi fisik serta emosional. Para pemudalah juga yang nanti mengalami persoalan besar sebagai pembayar hutang bangsa, menghadapi persaingan global, serta paradigma kehidupan yang baru.

Fakta hari ini, di Indonesia, jumlah pelaku wirausaha saat ini masih relatif minim. Dari populasi yang mencapai sekitar 240 juta penduduk, porsi pelaku wirausaha hanya sekitar 0,2%, sedangkan jumlah wirausaha yang ideal untuk menggerakkan perekonomian suatu negara itu minimal 2% dari total jumlah penduduk. Sementara itu, kemiskinan dan pengangguran masih menjadi fakta tak terbantahkan yang masih melingkupi sebagian besar rakyat Indonesia.

Pilihan menjadi wirausaha belum begitu banyak tumbuh di kalangan generasi muda. Membludaknya pendaftar CPNS, mental menjadi selebritis dadakan atau politisi karbitan menunjukkan masih rendahnya karakter mental kewirausahaan pemuda kita. Tampak masih sangat kuat mental ambtenar, yaitu mengharapkan output pendidikan sebagai pekerja dalam diri generasi muda karena menganggap pegawai negeri memiliki status sosial yang cukup tinggi dan disegani.

Membangun karakter mental kewirausahaan pemuda memang tidaklah mudah. Selain kesadaran pemuda, dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif serta peran pemerintah dan pihak lainnya sangat dibutuhkan. Hal ini karena entrepreneurship sesungguhnya tak sebatas profesi, namun lebih berkaitan dengan mindset dan mental seseorang yang dibutuhkan di beragam bidang kehidupan.

Entrepreneurship membutuhkan keberanian, kemampuan mengolah kesempatan, tantangan, dan resiko dalam tindakan nyata. Entrepreneurship butuh proses yang akan lahir seiring dengan pengalaman, eksperimen, informasi berbagai sumber, dan tidak sebatas pada pendidikan di sekolah. Seorang entrepreneurship membutuhkan mental dan semangat yang tinggi karena dihadapkan pada ketidakpastian. Mereka yang berhasil sebagai entrepreneurship adalah “mereka yang mampu mengubah ketidakpastian menjadi kemungkinan dan mengubah kemungkinan menjadi kepastian”.

Entrepreneurship merupakan nilai dari suatu generasi. Tanpa entrepreneur maka suatu generasi akan kehilangan esensinya. Karena itu saatnya kita melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda melalui pengembangan mental kewirausahaan. Alumni perguruan tinggi harus didorong supaya berinisiatif menciptakan lapangan kerja. Demikian juga diperlukan dorongan lingkungan keluarga dimana para orang tua berani untuk mengarahkan anaknya meninggalkan “zona nyaman” dan berani untuk berkarya, berkreasi dan menciptakan nilai baru yang bermanfaat.

Jadilah Pemuda Wirausaha

Sebagai bagian dari pemuda, penulis berkepentingan untuk berbagi gagasan tentang peran pemuda pada Kewirausahaan. Tak dapat dipungkiri bahwa peran pemuda sangat strategis karena jumlah mereka yang besar dan rata-rata intelektualitas mereka yang cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 menunjukkan jumlah pemuda mencapai 62,2 juta Orang. Artinya, lebih kurang seperempat penduduk Indonesia isinya adalah pemuda. Karena itu, dalam pembicaraan daya saing dan masa depan bangsa, pemuda adalah subjek utama.

Walau demikian, jumlah yang banyak dan potensi peran strategis tersebut akan sia-sia apabila pemuda tidak memahami urgensi Kewirausaan atau “entrepreneurship” sebagai “the backbone of economy”, atau tulang punggung perekonomian suatu bangsa. Fakta membuktikan bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Tanpa adanya mental kewirausahaan pada diri seseorang atau suatu bangsa, maka segala potensi, sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Menjadi Pemuda yang Berkarakter, Berkapasitas dan Berdaya Saing.

Kewirausahaan dapat menumbuhkan atau merubah karakter seseorang, dengan kewirausahaan, seseorang dibantu menjadi pemimpin dalam mengelola dan mengendalikan suatu keadaan dalam usahanya. Karakter seseorang wirausaha tercermin dari setiap sikap tindaknya yakni berani mengambil resiko, kuat dan tidak mudah menyerah.

Pemuda yang berwirausaha juga mempengaruhi kapasitas diri seseorang. Dengan berkapasitas ini mencirikan bahwa pemuda siap berada dimana saja dan kapan saja. Dapat menyesuaikan dirinya terhadap keadaan yang ada.

Semakin banyak pemuda yang berperan dan berpartisipasi dalam kewirausahaan maka Indonesia mempunyai banyak pemuda yang memiliki skill yang tinggi yang mampu berdaya saing secara regional, nasional dan internasional dan membawa nama baik bangsa indonesia.        

Pembentukan Kepribadian yang Mandiri dan Inovatif.

Berwirausaha dilatih untuk Mandiri. Sebagai karakter dari kepribadiannya, mandiri merupakan tujuan utama dalam kewirausahaan. mandiri sebagai sebuah karakter menurut panduan penerapan karakter bangsa merupakan  Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.  Yaitu sebuah  karakter yang harus ditanamkan ketika memulai berwirausaha dengan kemampuannya sendiri. Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.

 

Kewirausahaan juga memaksa pemuda yang berkeinginan meraih kesuksesan untuk Berpikir inovatif yakni proses berpikir yang menghasilkan solusi dan gagasan di luar bingkai konservatif. Dengan berpikir inovatif, pemuda yang berwirausaha telah mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan individu yang mengelilinginya dalam menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya sendiri ataupun lingkungannya. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.

Turut Membangun Kemandirian Bangsa

Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.

Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.

Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah: Menciptakan lapangan kerja , Mengurangi pengangguran , Meningkatkan pendapatan masyarakat , Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian) dan Meningkatkan produktivitas nasional

Jadi, Dalam memajukan dan meningkatkan perekonomian bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga merupakan kewajiban pemuda sebagai generasi muda penerus bangsa. Peran dan partisipasi pemuda dalam kewirausahaan dapat membentuk kepribadian pemuda yang mandiri, kreatif, inovatif dan dapat menggurangi pengangguran dan terciptanya lapangan pekerjaan baru. Membangun kemandirian pemuda maka sama artinya dengan membangun kemandiri bangsa.

* Penulis adalah Fungsionaris Departemen Litbang Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Padang


 





Baca Juga