Jumat, 13/03/2015 15:28 WIB | Dibaca: 5879 kali

Akbar Tandjung: HMI Jangan Sampai Seperti Golkar


doc.HMI Badko Jateng-DIY

SEMARANG - Politisi senior Golkar, Akbar Tandjung menilai ada degradasi kepemimpinan Golkar saat dipimpin Jusuf Kalla (JK) dan Abu Rizal Bakrie (Ical).

Menurutnya, dalam kepemimpinan JK dan Ical, Golkar membuat strategi yang keliru. Hal itu, kata Akbar, berimbas terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Partai berlambang pohon beringin itu.

"Ini artinya kesalahan strategi. Dari masa JK hingga Ical jumlah anggota DPR  partai golkar semakin menurun" ungkap Akbar saat memberikan materi dalam Stadium General (SG) hari ke 4, Advance Training (Latihan Kader III) Tingkat Nasional yang diselenggarakan Badko HMI Jateng-DIY, di Wisma LPP kawasan Undip Semarang, Jum'at (13/03/2015) pagi.

Berkaca pada Golkar, Akbar berharap HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) tidak seperti Golkar yang dinilainya salah strategi.

"HMI jangan sampai salah strategi dalam membina diri dan menjalankan roda organisasi," ucap mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI ini, yang dalam SG memberikan materi bertema Sinergi HMI untuk Indonesia lebih bermartabat.

Untuk itu, kata Mantan Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar ini,  kiranya sinergi antar anggota HMI maupun dengan Alumni (KAHMI) harus baik.

"Agar HMI bisa mengawal tujuan negara dan tujuan HMI," tukas mantan ketua DPR RI ini.

Menanggapi hal tersrbut salah satu peserta Latihan Kader  III (LK III)   Aristianto Zamzami mengatakan, meski tidak identik dengan Golkar, HMI perlu belajar dari Golkar yang kini justru mengalami perpecahan di internalnya.

"Apa yang disampaikan Bang Akbar terkait kondisi Golkar, tentu jangan sampai terjadi di HMI.  Saya sependapat bahwa sinergi antara HMI dengan KAHMI itu sangat diperlukan untuk saling membesarkan. Namun bersinergi bukan berarti saling intervensi kebijakan, karena HMI dan KAHMI itu beda organisasi," cetus Zami, sapaan akrabnya, yang juga Fungsionaris PB HMI Departemen Kewirausahaan ini.

Lebih lanjut dikatakan pengusaha muda ini, ke depan HMI harus mengutamakan konsolidasi dan menguatkan internal agar mampu berkontribusi untuk menyelesaikan problem kebangsaan.

"HMI sudah seharusnya menjadi solusi persoalan bangsa dari A hingga Z," pungkasnya.

Sekadar informasi, Akbar hadir di LK III HMI dengan didampingi Petinggi dan tokoh muda Golkar Jateng, diantaranya Aminullah Yunus yang juga mantan Ketum  BADKO HMI Jateng-DIY.

Menurut  Ketum BADKO HMI Jateng-DIY, Khusnul Imanuddin, LK III dimulai sejak Senin (09/03/2015) hingga Senin (16/03/2015) diikuti 12 peserta yang merupakan kader-kader HMI terbaik yang telah lulus screaning dan merupakan perwakilan dari seluruh  Indonesia. Dalam LK III selain Akbar, dihadirkan pembicara-pembicara seperti:  Ketum PB HMI Arief Rosyid Hasan, alumni HMI diantaranya Ja'faruddin AS (Dirut  jogjakartanews.com) dan tokoh-tokoh nasional serta regional Jateng-DIY.  (bom)

Redaktur: Syarifudin.


 





Baca Juga