Aktifis: Saya Berduka Olga Meningggal, Tapi Lebih Berduka Lagi Nurani Pemerintah Ikut Mati


doc.

YOGYAKARTA - Jagat hiburan di tanah air tengah berduka atas meninggalnya artis yang sekaligus komedian kondang, Olga Syahputra. Sebagaimana diberitakan oleh banyak media di tanah air, Olga dinyatakan meninggal dunia pada hari Jum'at (27/03/2015) sekitar pukul 17:17 waktu Singapura setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. "Saya termasuk yang suka sama Olga, saya tentu sangat berduka Olga telah berpulang, tapi lebih berduka lagi nurani pemerintah tampak telah mati," kata Aktifis Rezim Watch, Ubaidillah kepada jogjakartanews.com, Sabtu (28/03/2015).

Menurut Ubay, naiknya harga BBM yang berlaku pertanggal 28 Maret 2015 mengindikasikan matinya nurani pemerintah terhadap rakyat kecil. Pemerintah dinilai tidak peka terhadap segala permasalahan bangsa yang selama ini terus mendera rakyat Indonesia. "Rakyat kecil ini sudah sengsara, pemerintah belum memberikan solusi, tiga kartu sakti Jokowi apa kabar? sudah sejauh mana? itu dulu dong yang direalisasikan secara riil terhadap rakyat kecil, supaya rakyat tidak tidak terlalu terbebani. Ini belum apa-apa sudah naik lagi, naik lagi, lantas dimana nurani pemerintah? katanya. (baca juga: BBM Naik Lagi, Jokowi Disebut Kejar Keuntungan Besar)

Ubay juga sangat menyayangkan banyaknya media massa yang terlalu mengeksploitasi berpulangnya Olga Syahputra. "Olga itu sudah tenang di alam sana. Mari kita berdo'a supaya dia mendapatkan tempat yang layak di sisinya. Tak usah lah diekspose terlalu berlebihan sehingga justru mengganggu keluarga yang tengah berduka. Bayangin aja tayangan Olga saat masih bersama kita terus diputar di media massa, apa tidak membuat keluarga tambah sedih?" pungkas lelaki asal Jawa Timur itu.

"Komedian kebanggan kita semua, Olga Syahputra sudah cukup tenang disisiNya. Jadi kepada rekan-rekan di media massa, mari kita fokus lagi pada permasalahan bangsa, sebab rakyat membutuhkan media massa sebagai pilar demokrasi untuk memberitakan hal-hal yang substantif berkenaan dengan kepentingan masyarakat luas, khususnya rakyat kecil," kata Ubay. (Ning)

Redaktur: Herman W.

 


 



Terpopuler


Baca Juga