Lihat Gerhana Bulan, Jogja Astro Club Fasilitasi Warga dengan Lima Teropong


doc.

YOGYAKARTA - Gerhana bulan merupakan sebuah peristiwa unik yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Waktunya yang cuma sebentar, serta keterbatasan penglihatan akibat terkendala awan mendung menjadi penyebab tidak semua orang bisa melihat gerhana bulan. Karenanya, untuk memfasilitasi warga agar dapat menyaksikan gerhana bulan dari sudut pandang yang lebih jelas dan indah, Jogja Astro Club (JAC) memfasilitasi warga yang hendak melihat gerhana bulan pada Sabtu (04/04/2015) petang.

JAC menyediakan 5 teropong. 1 teropong cermin dan 4 teropong lensa dengan diantaranya dikontrol melalui komputer yang di tempatkan di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Menurut JAC, hal itu dilakukan juga sebagai langkah mengedukasi masyarakat terkait gerhana bulan yang sering dikait-kaitkan oleh masyarakat dengan hal-hal berbau mistis.

"Gerhana bulan inikan peristiwa alam, fenomena ini penting untuk diketahui masyarakat kita. Karena di masyarakat masih ada yang mengkaitkan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan science,"kata koordinator Jogja Astro (JAC) Club di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta, Sabtu(04/04/2015).

Adanya 5 teropong yang disediakan oleh JAC membuat warga yang berkumpul di Alun-Alun Utara kota gudeg itu tampak begitu antusias. Moh. Miftah, seorang mahasiswa yang juga ikut berkumpul mengatakan baru pertama kali melihat gerhana bulan dengan menggunakan teropong. "Dulu sih pernah melihat di rumah, tapi pake mata telanjang. Kalau tidak kehalang awan, melihat dengan telanjang sebanarnya asik-asik saja sih. Cuma pake teropong memang sensasinya lebih gede, tampak terasa lebih dekat dengan bulan," katanya kepada jogjakartanews.com

Dalam merekam fenomena yang hanya berlangsung tidak lebih lima menit itu, JAC menurunkan sejumlah tim mulai dari tim pemotretan, tim yang menjelaskan kepada masyarakat dan tim yang menyuguhkan hiburan-hiburan ilmiah seperti peluncuran roket air. (Ning)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga