Sabtu, 02/05/2015 21:16 WIB | Dibaca: 952 kali

Meski BBM Premium Tak Naik, Gas Melon di Yogyakarta Tembus Rp 24000


YOGYAKARTA - Awal bulan Mei di Yogyakarta rupaya tak begitu ramah bagi masyarakat dan juga pengusaha kecil. Meski BBM premium tidak naik, tapi gas LPG 3 Kilogram atau gas melon mulai langka di pasaran. Kalaupun ada, harganya sudah melambung tinggi dan bahkan mencapai Rp 24000. Padahal sebelumnya, pihak Pertamina menjamin pasokan LPG di pasaran aman.

Kondisi ini , tentu dikeluhkan oleh kalangan pengusaha kecil maupun ibu-ibu rumah tangga di Yogyakarta. Sumiati (30), warga Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, mengaku kesusahan mendapatkan gas melon untuk kebutuhan rumah tangganya. "Saya tadi mencari di toko-toko dekat sini tidak ada semua, di Sapen hanya ada satu toko ditawarin 21 ribu kalau mau katanya, tadinya tidak mau, tapi setelah muter-muter tidak nemu, ya terpaksa diambil juga daripada keburu diambil orang," pungkasnya. 

Hal senada juga disampaikan pengusaha lesehan di daerah Timoho Yogyakarta. "Waduh, susah nyarinya sekarang mas gak tau kenapa, mau naik kali ya, pokoknya sekitar sini gak nemu saya, pada kosong. Di Gejayan, Nologaten kosong semua, tadi nemu di Gowok 24 ribu. Karena sudah butuh untuk usaha ya akhirnya diambil," jawab Ilyas ketika ditanya soal langkanya gas melon.

"Kalau dibilang rugi ya rugi, biaya produksi jelas nambah. Bayangi aja, kemaren saya beli masih 18 ribu di tempat saya langganan. Lah tadi saya beli 24 ribu, jauh banget. Kalau seperti ini terus biaya produksi tentu membengkak, pedagang kecil seperti saya jelas dirugikan," keluhnya.

Untuk itu, ia berharap gas melon di pasaran kembali normal sehingga pengusaha kecil seperti dirinya yang masih tergantung sama gas melon tidak terbebani. "Bukan hanya usaha, tapi kebutuhan rumah tangga juga pasti naik. Kalau untuk usaha, naikin harga kan juga repot. Nanti pelanggan-pelanggan malah kabur. Jadi saya berharap kembali normal, harganya juga normal," harapnya.

"Percuma kan, BBM tidak naik tapi gas melon melambung, sama saja," timpalnya. (Ning)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga