Puluhan Desa di Pinggir Pantai Selatan DIY Rawan Tsunami, Pemerintah Pasang Alat Deteksi


ilustrasi. Foto: Istimewa

SLEMAN  – Puluhan desa di wilayah DIY yang berada di pinggir Pantai Selatan, rawan akan terkena bencana Tsunami. Sebagai langkah antisipasi dan penanganan dini, pemerintah akan memasang alat deteksi tsunami dan memberikan pengetahuan kebencanaan kepada warga di sekitar pantai.

Deputi Bidang Geofisika, BMKG, Masturyono mengatakan, wilayah selatan DIY dan Jawa Tengah sangat berpotensi terjadi stunami. Sebab, kata dia di wilayah tersebut terdapat dua lempengan yang saling bergesekan. Antara lain lempeng Eurasia dan Benua Hindia yang pergerakkannya masih terjadi hingga saat ini.

Sebagai upaya penanggulangan dini, BMKG akan memasang trimursor (alat pendeteksi gempa dan tsunami, red).  Alat tersebut akan dipasang di kawasan pantai Pundong dan Piungan, Bantul.

“Alat tersebut akan bekerja mendeteksi proses pengumpulan energi yang signifikan di beberapa daerah. Selain itu, alat tersebut mampu mendeteksi perubahan air dan suhunya di kedalaman 100 meter. Saat ini BMKG telah menyebar 169 sensor seismograf pemantau gempa di DIY,” katanya saat menghadiri acara Workshop di Kantor BMKG, Jalan Wates Km 8, Gamping, Sleman (14/09/2014) siang .

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Heri Siswanto menuturkan,  sedikitnya ada 33 desa yang rawan terdampak tsunami di DIY. Desa-desa tersebut berada di tiga kabupaten, yakni Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul.

“Di Kulonprogo terdiri dari tiga kecamatan dengan 10 desa. Bantul sebanyak lima desa di tiga kecamatan. Sedangkan Gunungkidul 18 desa di enam kecamatan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan bertemakan ‘Penguatan UPT BMKG dan BPBD dalam Memahami Rantai Peringatan Dini Tsunami’ tersebut, Heri menjelaskan jika bencana tsunami terjadi, diprediksi sekitar 100 ribu jiwa yang akan terdampak. Potensi stunami di daerah-daerah tersebut, kata dia,  bisa terjadi dengan kekuatan gempa berskala cukup besar.

“Tujuh sampai delapan richter. Gempa yang timbul dapat menyebabkan stunami setinggi 11 meter dan mampu menjangkau daratan dua hingga tiga kilo meter,” imbuhnya.

Meski demikian, kata Heri, warga tidak perlu khawatir, namun tetap waspada. Menurutnya, ada beberapa daerah yang memiliki permukaan datar dan perbukitan di bibir pantai, sehingga secara geografi beberapa wilayah sudah memiliki pemecah gelombang tsunami alami. Selain itu, Heri juga menekankan pentingnya memberikan pengetahuan kebencanaan kepada warga di sekitar pantai tersebut. (bhr)

Redaktur: Rizal


 





Baca Juga