Selasa, 12/04/2016 19:39 WIB | Dibaca: 1460 kali

Simulasi Bencana, Penghuni SMPN 2 Berbah Gempar


ilustrasi.doc.jogjakartanews.com

SLEMAN - Konsentrasi belajar para siswa SMP 2 Berbah seketika itu buyar. Bumi bergetar hebat, disambut raungan sirine dan suara kentongan pertanda adanya bencana. Dinding tiga ruang kelas nampak mulai retak dan genteng berjatuhan. “Cepat..cepat!!! semua tutupi kepala kalian dan berlindung dibawah meja,” teriak salah satu guru wali kelas siang itu.

Nursidi Winarta, sang Kepala Sekolah secara sigap mengumpulkan koordinator di halaman sekolah untuk mengevakuasi para siswa. Setelah suasana dirasa aman dan mendapat perintah dari para guru, tanpa pikir panjang siswa pun berlarian keluar menuju titik kumpul. Sebanyak 16 korban luka berat dan ringan tampak digendong dan dipapah dari dalam ruang kelas. Tim medis sekolah kemudian merawat para korban luka dengan peralatan P3K yang ada sebelum bantuan medis datang.

Kejadian ini merupakan rangkaian acara simulasi bencana gempa bumi di SMP N 2 Berbah yang terletak di Sanggrahan, Tegaltirto, Berbah, Sleman pada Selasa (12/04/2016).

Menurut Nursidi, sekolahnya ditunjuk sebagai Sekolah Siaga Bencana. Simulasi yang digelar dengan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten tersebut diikuti oleh 254 siswa kelas 7 dan 8 beserta jajaran guru sekolah.

“Simulasi dilakukan karena pihak sekolah sadar bahwa wilayah Berbah termasuk dalam daerah rawan bencana. Sehingga jika nanti terjadi bencana gempa bumi yang sesungguhnya, pihak sekolah lebih siap dan waspada dalam menghadapinya,” ungkap Nursidi.

Nursidi mengungkapkan dalam penanganan bencana pihak sekolah membentuk lima tim yang mempunyai tugas dan peran masing-masing. Lima tim tersebut yaitu Tim Peringatan Dini, Tim Informasi dan Pendataan, Tim Kesehatan, Tim Sekolah Darurat, dan Tim Evakuasi.

“Kelima tim ini saling bersinergi jika bencana benar-benar terjadi, seperti misalnya Tim Informasi dan Pendataan yang tugasnya berkoordinasi dengan tim lain untuk mendapatkan data jumlah warga sekolah pada situasi darurat, jumlah korban, kerusakan bangunan, dan lain sebagainya”, ungkapnya.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Julisetiono Dwi Wasito SH, MM, yang juga hadi dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa pelaksanaan simulasi ini juga didukung oleh Yakkum Emergency Unit (YEU) Yogyakarta yang merupakan lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang kebencanaan baik bencana alam, sosial, dan teknologi. Juli berharap dengan adanya simulasi ini SMPN 2 Berbah mampu menjadi sekolah tangguh bencana.

“Simulasi ini harus dilakukan secara berlanjut agar tercipta sekolah tangguh bencana,” ungkap Juli.

Acara tersebut juga dihadiri wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. (pr*/kt2)

Redaktur: Rudi F


 



Terpopuler


Baca Juga