Kamis, 02/11/2017 11:23 WIB | Dibaca: 66 kali

Sejarah Fakultas Kedokteran UGM Dibukukan


Acara bedah buku Sejarah Fakultas Kedokteran UGM 1946 - 2016. Foto: ist.ugm

YOGYAKARTA - Sejarah Republik Indonesia telah mencatat bahwa Fakultas Kedokteran UGM yang didirikan pada tahun 1982 merupakan embrio lahirnya Universitas Gadjah Mada, dan menjadi salah satu fakultas kedokteran tertua di Indonesia.

Dekan Fakultas Keokteran, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SpOG(K)., PhD,  mengatakan, sebagai institusi pendidikan kedokteran tertua di Indonesia, secara khusus Fakultas Kedokteran UGM berusaha untuk mengumpulkan dan menyusun kembali informasi, data maupun fakta dari berbagai sumber primer maupun sekunder untuk menuliskan buku sejarah Fakultas Kedokteran UGM.

“Buku sejarah menjadi catatan penting dan menarik atas potret besar proses perkembangan pendidikan kedokteran Indonesia.,” Kata Ova Emilia dalam talkshow, launching  dan bedah buku Sejarah Fakultas Kedokteran UGM 1946 - 2016, di gedung  theater Lantai 2 Perpustakaan FK UGM, Rabu (01/11/2017) kemarin.

Dikatakan Ova Emilia dengan penulisan buku yang melibatkan pakar sejarah, buku sejarah fakultas tersebut menjadi lebih lengkap. Terlebih, kata dia, sebelumnya sudah ada dua buku pendahulu yang sudah memulai penulisan buku perjalanan sejarah FK UGM. Dia berharap, Buku Sejarah Fakultas Kedokteran UGM 1946 - 2016 menjadi dokumen narasi sejarah perjalanan panjang pembentukan embrio pendidikan kedokteran mulai dari School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA), sebuah pendidikan dokter jawa di Batavia yang selanjutnya menjadi Nederlansch Indische Artsen School (NIAS) sampai dengan proses pendirian Fakultas Kedokteran UGM.

“Motivasi penulisan buku sangat sederhana yaitu untuk bisa melangkah ke depan sehingga fakultas harus mengakar kuat. Sivitas akademika harus tahu asal muasal fakultas kedokteran berdiri. Dengan mengerti tentu menjadikan kita mengapresiasi betapa sulitnya sebuah profesi yang dikatakan mulia, dokter berjuang untuk menegakkan pendidikan di negara ini,” imbuh Ova Emilia.

Prof. Dr. dr. H. Soenarto Sastrowijoto, Sp.THT-KL(K), salah satu pelaku sejarah, mengatakan pendirian STOVIA tentu ada maksud untuk kepentingan masyarakat Eropa waktu itu.

“Pendirian pendidikan dokter waktu itu melibatkan peran Prof. Dr. Sardjito, yang mendirikan pendidikan dokter di Klaten, pindah ke Mangkubumen dan terakhir di Sekip,” ujarnya.

Sejarawan FIB UGM, Baha'uddin, M.Hum  mengungkapkan Buku Sejarah Fakultas Kedokteran UGM 1946 - 2016 menjadi buku sejarah pertama yang ditulis karena beberapa perguruan tinggi lain belum melakukan.  Meski berliku, sejarah ini dinilainya lengkap dari awal sampai akhir. Ada beberapa catatan Baha'uddin yaitu buku dinilai belum ada prolog dan epilognya.

“Perlu sebuah prolog sehingga pembaca nanti tidak langsung berhadapan dengan substansi,” katanya.(kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga