Ini Jumlah Total Korban Meninggal Akibat Bencana Versi Data Pusdalops PB DIY


Rumah warga di Dusun Jelok, Beji, Patuk rusak diterjang banjir. Foto: Rudi

YOGYAKARTA - Data terakhir Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) DIY, Minggu (03/12/2017) siang, mencatat ada Sepuluh korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda DIY Selasa (28/11/2017) yang lalu. Kesepuluh Korban tersebar di seluruh wilayah  Kota dan kabupaten di DIY.

Di Kota Yogyakarta, tiga orang meninggal dunia di Kota Yogyakarta akibat rumah korban tertimpa longsor Talud. Ketiga korban yang masih satu keluarga adalah Barjono (60), Ambar (50) dan Aurora Tanti bayi yang baru berumur 3 bulan, warga Jlagran, Pringgokusuman,  Gedongtengen.

Korban meninggal di Kabupaten Bantul sebanyak 3 orang. Yaitu Girin (80)warga Karangasem, Wukirsari, Imogiri yang meninggal karena rumahnya tertimpa pohon tumbang. Kemudian, Sri Astuti (99) warga Pedes, Argomulyo, Sedayu yang tertimpa tembok rumah yang roboh akibat hujan deras. Satunya lagi, Wakiyem (70) Warga Sungapan, Sriharjo, Imogiri yang meninggal karena hanyut terbawa arus di sungai yang bajir.

Sementara di Kabupaten Gunungkidul dua korban meninggal adalah Tukiran (70) Warga Ngande-ande, Purwodadi, Tepus dan Ngatimi (25) Warga Soko, Mertelu, Gedangsari. Keduanya meninggal terseret arus banjir.

Di Kabupaten Kulonprogo dua korban meninggal adalah Daladi Hadi santoso (63) dan Heri Siwadi (30), warga Ngroto, Pendowoharjo, Girimulyo. Keduanya meninggal tertimpa reruntuhan longsor.

“Sedangkan yang luka-luka dalam laporan yang kami terima tercatat 13 orang,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD DIY Krido Suprayitno saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Menurutnya, di wilayah DIY yang sampai saat ini masih berpotensi terjadi bencana adalah di wilayah Kabupaten Kulonprogo.

“Karena rawan longsor. Kemarin yang ditemukan karena longsor dan itu karena hujan bukan karena sungai. Itu berbeda dengan kejadian di Bantul dan Gunungkidul,” ungkapnya.

Di sisi lain, ancaman longsor juga masih menghantui warga kota Yogyakarta yang bermukim di bantaran Kali (Sungai) Code. Selain menyebabkan tiga korban meninggal, longsor di Pringgokusuman, Gedongtengan, Yogyakarta mengancam  rumah warga di bantaran Sungai Code. Di wilayah RT 1 RW 1 kampung tersebut sedikitnya Sembilan rumah kritis terancam longsor dan para penghuninya terpaksa mengungsi.

“Warga di sini ada sekitar 76 jiwa dari 22 KK (kepala Keluarga)  yang harus diungsikan di beberapa tempat,” kata Ketua RW 1 Hibur Pintono, kemarin. (kt1)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga