Senin, 29/01/2018 21:52 WIB | Dibaca: 282 kali

Target Maksimal Produksi Sapi DIY 2017 Belum Tercapai


ilustrasi. Foto:ist

YOGYAKARTA - Angka perkembangbiakan ternak dalam program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Ubsus Siwab) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2017 masih belum sesuai harapan. 

Menurut Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian DIY, Sutarno, dari target yang ditetapkan sebanyak 80 persen, tingkat kebuntingan sapi aseptor/penerima Inseminasi Buatan (IB) program Ubsus Siwab, hanya mencapai 46 persen. 

“Tahun 2017 DIY ditarget mampu melaksanakan program Ubsus Siwab, dengan melakukan IB pada sebanyak 101.121 sapi aseptor. Kita sudah mampu melebihi target itu, dengan capaian 109 persen. Namun untuk tingkat kebuntingannya, baru mencapai 46 persen,” katanya Senin (29/01/2018). 

Dikatakan Sutarno, minimnya tingkat kebuntingan ternak sapi pada program Ubsus Siwab itu disebabkan karena masih adanya ketidaksinkronan pelaksanaan program di lapangan. Hal itu, kata dia, menimbulkan penafsiran berbeda di tingkat pelaksana.

“Sempat terjadi beberapa kali revisi Pedum (pedoman umum) terkait mekanisme pelaksanaan program dari pusat, namun saat ini Pedum sudah mantap. Sehingga kita harapkan tidak ada lagi perbedaan persepsi di lapangan,” harapnya. 

Dijelaskan Sutarno, tahun  Distan DIY masih akan terus mengawal pelaksanaan program Ubsus Siwab dengan target mampu melakukan IB pada sebanyak 100.800 ekor sapi aseptor dan tingkat kebuntingan 70 persen,

“Target tingkat kelahiran mencapai  80 persen dari total kebuntingan 70 pesen tersebut.  Untuk anggaran program Ubsus Siwab di tahun 2018 ini kita mendapatkan Rp17milyar. Turun dari tahun 2017 lalu yang mencapai Rp20milyar. Karena memang targetnya juga berkurang. Mayoritas atau sekitar 80 persen anggaran itu digunakan untuk biaya kebutuhan operasional,” tukasnya. 

Penyebab utama rendahnya angka kebuntingan ternak sendiri menurutnya karena masih banyak sapi hasil perkawinan silang, jumlahnya sekitar 70-80 persen sehingga cukup sulit dibiakkan. 

“Interval birahi sapi crosing (silangan) juga lebih panjang dibandingkan sapi bukan hasil silangan,” imbuhnya.

Mengatasi berbagai kendala tersebut, Dinas Pertanian DIY sendiri akan melakukan evaluasi guna mendukung program Upsus Siwab di tahun 2018 ini. Salah satunya dengan mendorong peternak memiliki kemampuan managemen reproduksi lebih baik. Diantaranya melalui sosialisasi penyuluh ataupun pendamping. 

“Memang manejemen reproduksi peternak masih perlu ditingkatkan. Kita terus mendorong hal itu. Termasuk mengurangi populasi sapi hasil persilangan lewat program peningkatan populasi sapi lokal. Sedang untuk masalah pakan, saya kita tahun 2018 ini tidak jadi masalah karena ketersediaan pakan hijauan di musim hujan ini sangat melimpah,” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Rudi F 

 


 



Terpopuler


Baca Juga