Minggu, 01/04/2018 21:01 WIB | Dibaca: 271 kali

Lestarikan Situs Bersejarah, KFJS Jogja Sambangi Candi Sambisari


KFJS Jogja digelar di Candi Sambisari, Minggu 1 April 2018. Foto: Aziz

 

SLEMAN – Kegiatan rutin dwi mingguan, KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) Jogja kembali dihelat, Minggu (01/04/2018) pagi. Berbeda dengan biasanya, kali ini KFJS menyambangi taman wisata Candi Sambisari, di Kalasan, Sleman, DIY.

Koordinator KFJS di Sambi Sari, Dra. Lia Kustiandi mengungkapkan, KFJS kali ini diselenggarakan di situs candi dengan tujuan turut melestarikan situs bersejarah peninggalan Bangsa Indonesia.

Dikatakan Lia, KFJS yang pesertanya adalah kalangan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan anggota Korps Alumni  HMI (KAHMI) dan keluarganya, tak hanya sekadar sarana silaturahmi dan membiasakan pola hidup sehat. Namun, kata dia, KFJS juga sebagai media keluarga besar HMI dan KAHMI untuk peduli lingkungan dan masyarakat,

“Selama ini KFJS banyak digelar di lingkungan Masjid, Kampus, dan instansi-instansi pemerintah. Namun kali ini di tempat wisata bersejarah, dengan harapan turut melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia sekaligus turut mempromosikan destinasi wisata daerah,” tutur alumni HMI dari kampus AA YKPN Yogyakarta era 80-an ini.

Menurut Lia, dengan turut memjakan pariwisata daerah  maka HMI dan KAHMI juga turut membantu masyarakat. Sebab kata dia, jika kunjungan wisatawan menigkat, maka akan mendorong perekonomian masyarakat sehingga diharapkan bisa lebih sejahtera,

“Candi Sambisari ini potensinya tak kalah bagus, namun kurang populer ketimbang candi Prambanan dan Borobudur. Nah, jika ini lebih dipopulerkan, lalu kunjungan wisatawan meningkat, diharapkan ekonomi masyarakat di sekitarnya bisa meningkat,” ujarnya.

Hadir dalam KFJS sejumlah tokoh KAHMI DIY antara lain, Prof. DR. Toufiq Ahmad Daldiri, SU (majelis pakar KAHMI DIY),  Prof. Dr. Dudung Abdurrahman, (Biro Da’wah KAHMI DIY) Drs. Abdul Malik Usman, MA (Biro Da’wah KAHMI DIY), Suhartono, SE, M.Si (Sekretaris KAHMI DIY), dan Nur Harsya Aryo Samodro, S.Si, MA (Wakil Sekretaris KAHMI DIY).

Menurut Prof. Dudung, KFJS yang diselenggarakan di tempat-tempat wisata cukup efektif dan lebih menarik, karena bisa berwisata sekaligus silaturahmi dan kesehatan,

“Meski sudah lama tinggal di Jogja, karena kesibukannya kita masih banyak yang belum pernah berkunjung ke tempat-tempat wisata bersejarah, seperti ke makam raja-raja Imogiri misalnya. KFJS di tempat-tempat wisata saya kira efektif dan banyak punya nilai lebih,” tuturnya.  

Dalam KFJS tak sedikit alumni membawa serta keluarganya. KFJS juga diisi dengan acara diskusi dan tausiyah yang disampaikan anggota KAHMI DIY, Yayan Sunarya. Dalam tausiyahnya Yayan menekankan pentingnya amal shalih dalam menjalankan hidup sebagai muslim untuk mengharap ridha dari Allah SWT.

Dalam diskusi, mengemuka gagasan KFJS dua minggu ke depan, 15 April 2018 akan diselenggarakan di sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler di Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 


 





Baca Juga