Rabu, 08/08/2018 17:01 WIB | Dibaca: 116 kali

Pemkot Jogja Siap Menjaga Hasil Pembangunan TMMD


Wawali Kota Jogja didampingi Dandim menyapa warga usai penutupan TMMD. Foto: ist

YOGYAKARTA – TMMD Sengkuyung Tahap II yang dilaksanakan Kodim 0734/Yogyakarta di Kelurahan Terban,Kecamatan Gondokusuman resmi ditutup, Rabu (08/08/2018).

Program TMMD yang menghasilkan pembangunan fisik yang bermanfaat dan bisa dinikmati langsung oleh masyarakat, Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta (Wawali Jogja) Heroe Poerwadi menyatakan Pemerintah Kota Yogyakarta siap menjaga hasil pembangunan TMMD,

“Pemkot tentunya tidak akan lepas tangan tetap akan ikut menjaga dan memelihara (Hasil pembanguan TMMD),” imbuh Heroe usai mengikuti upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II di Lapangan sepak bola SMAN 3 Yogyakarta, Rabu (08/08/2018).

Meski demikian, Heroe juga meminta peran aktif warga untuk ikut menjaga apa yang sudah dibangun para prajurit bersama warga dalam program TMMD,

“Sasaran dari program TMMD ini kan menyangkut fisik dan non-fisik dan itu untuk masyarakat. Jadi kami minta ya ikut menjaga juga hasil TMMD itu,” tutur Heroe.

Program TMMD Sengkuyung Tahap II Kota Jogja sendiri sudah berlangsung 30 hari mulai 10 Juli hingga 8 Agustus. Kegiatan yang dilakukan adalah sasaran fisik berupa pembuatan talud permanen di pinggiran Sungai Code sepanjang 23 meter. Lalu, rehabilitasi Balai RW, rehabilitasi lima unit rumah tak layak huni (RTLH) dan pembuatan satu MCK. Kemudian kegiatan nonfisik berupa sosialisasi penyakit masyarakat dan narkoba, sosialisasi menangka fanatisme agama yang sempit, sosialiasi bela negara dan sosialisasi pencegahan KDRT,

“Semua selesai 100 persen. Kami ucapkan terima kasih kepada Kodim Jogja beserta pihak lainnya yang ikut membantu dan mendukung pelaksanaan TMMD karena secara tak langsung TMMD ini ikut membantu mempercepat pembangunan di Kota Jogja,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0734/Yogyakarta Letkol Inf Bram Pramudia mengungkapkan, pembangunan TMMD tidak hanya menyangkut sektor fisik dan nonfisik semata tapi juga pembangunan ‘hati’. “Maksudnya adalah dengan melibatkan masyarakat dimana mereka bersedia sukarela bergotong royong membantu TMMD. Apalagi semangat gotong royong saat ini sudah memudar,” imbuh Dandim 0734/Yogyakarta.(kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga