Hilangkan Rasa Takut Pada Polisi, Anak PAUD Teratai Kunjungi Polda DIY


Anak-Anak Paud Teratai Condong Catur tampak ceria saat berinteraksi langsung dengan para Polisi di Polda DIY. Foto: Fafa

SLEMAN -  Anak - anak siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Teratai  RW 22 Perumnas Condong Catur, Depok, Sleman, mengunjungi Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY), Jl. Padjajaran, Sleman, Senin (10/09/2018) pagi.

Sedikitnya 30 anak PAUD Teratai berinteaksi langsung dengan para polisi dengan didampingi para pendidik dan orang tuanya.

Kepala PAUD Teratai, Asah Hafsah mengungkapkan, kunjungan ke Polda DIY adalah salah satu program pembelajaran di luar kelas, agar anak-anak tidak jenuh dan mengenal lingkungan lebih luas. Kunjungan ke Polda DIY, kata dia, bertujuan khusus untuk mengenalkan anak-anak kepada profesi Polisi dan menghilangkan ketakutan pada sosok Polisi,

"Biasanya anak-anak kan takut kepada Polisi. Dengan kunjungan dan bertemu dan berinteraksi langsung dengan Polisi, diharapkan anak-anak tidak takut lagi," ungkapnya.

Dikatakan Asah, anak-anak didiknya rata-rata baru berusia 2,5 hingga 4 tahun. Pada usia dini tersebut, kata dia, adalah saat yang penting untuk pembentukan karakter,

"Profesi polisi kan mulia, karena menegakkan aturan agar masyarakat tertib dan aman. Dengan kunjungan ini diharapkan tertanam juga ketertiban, taat aturan dan kemandirian pada anak-anak, sebagaimana karakter yang ditunjukkan Polisi," harapnya.

Kunjungan dari pendidik, siswa dan orang tua dari PAUD Teratai disambut Kompol Heli Wijayanto selaku  Kasi Bintibluh Ditbinmas Polda DIY.

Heli mengapresiasi kunjungan dari PAUD Teratai sebagai upaya pembentukan karakter dan akhlaqul karimah (akhlak yang baik), sejak usai dini,

“Tujuan kunjungan ini sangat baik, yaitu supaya terpatri rasa disiplin, paham dengan aturan dengan dikenalkan dengan Polisi yang memang bertugas menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat,” ungkapnya disela-sela memandu anak-anak berkeliling lingkungan Mapolda DIY.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan potensi kepolisian diantaranya kendaraan operasional seperti mobil water canon yang biasa digunakan Satuan Sabhara untuk mengendalikan huru-hara massa.

Anak-anak tempak antusias ketika menaiki kendaraan tersebut sembari mendengarkan penjelasan fungsi dan kegunaan kendaraan oleh petugas kepolisian, dengan bahasa anak-anak yang penuh keceriaan.

Selain itu, anak-anak diajak melaju dengan bus di Jalan Padjajaran (dulu Ring Road Utara,red) sekitar Mapolda DIY, sembari dikenalkan rambu-rambu lalulintas,  

“Karena usianya masih dini, maka yang kita kenalkan hal-hal sederhana dengan bahasa yang mereka pahami. Konsepnya juga lebih banyak bermain. Harapannya dengan kunjungan ini, anak-anak kelak menjadi generasi penerus yang berakhlaq baik, memiliki kemandirian, mengerti aturan dan bisa mengingatkan ketika ada yang berbuat kesalahan serta memiliki jiwa kepemimpinan,” pungkas Heli. (kt1)

Redaktur: Fefin Dwi S

Berita Terkait

 





Baca Juga