Kunjungi Wisata Desa Pokoh, Agum Gumelar Silaturahmi dengan Tokoh Pejuang Veteran


Ketua DPP PEPABRI Jenderal (Purn) Agum Gumelar memberikan nisan bambu runcing untuk makam pejuang veteran kepada pengurus LVRI. Foto: Ja'faruddin. AS

SLEMAN – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-POLRI (DPP-PEPABRI), Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar mengunjungi rintisan wisata desa SHS Socio Eco Preneur Pokoh, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (06/12/2018) malam.

Kunjungan tersebut sekaligus menghadiri acara silaturahmi dengan para anggota PEPABRI DIY, Pejuang Legiun Veteran RI (LVRI) dan masyarakat wisata desa Pokoh yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni LEMHANNAS (IKAL) DIY.

Dalam sambutannya, Agum mengatakan peran PEPABRI dan Pejuang Veteran bagi bangsa dan negara sangat besar. Oleh karenanya jasa-jasa para anggota PEPABRI dan Pejuang Veteran layak dihargai dan dihormati,

“Berkat bapak-bapak Pejuang Veteran ini Indonesia merdeka dan kita bisa menikmati kemerdekaan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Agum menyerahkan secara simbolik nisan bambu runcing untuk makam para veteran di wilayah Ranting Kecamatan Tempel yang merupakan bantuan dari IKAL DIY. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa para pejuang veteran semasa hidup,

“Jadi kalau meninggal veteran itu kan nisannya, berupa bendera merah putih dan bambu runcing. Untuk mengenang jasa-jasanya,” kata Agum yang juga Ketua IKAL Pusat.

Agum juga mengapresiasi rintisan wisata desa SHS Socio Eco Preneur Pokoh yang diinisiasi oleh Sugiyanto Harjo Semangun yang juga Ketua IKAL DIY. SHS sendiri merupakan singkatan dari nama Sugiyanto Harjo Semangun. Menurutnya, dari sisi lokasi, rintisan wisata desa SHS Socio Eco Preneur Pokoh layak menjadi tempat wisata,

“Dari segi alamnya memenuhi syarat untuk jadi tujuan wisata,” kata Agum yang juga menjabat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI.

Menurut Agum, ada satu hal penting terkait wisata, yaitu perlunya kesadaran masyarakat bahwa wisatawan itu adalah sumber devisa atau sumber pemasukan masyarakat. Wisatawan, kata Agum, mendambakan kenyamanan, keamanan, kebersihan dan keramahan,

“Masyarakat disini harus bisa menciptakan itu, disamping tempat wisatanya memang sudah bagus,” ujarnya.  

Sebagai Watimpres, Agum juga akan melaporkan setiap tempat yang dikunjunginya, termasuk kunjungannya ke Wisata Desa Pokoh, sebagai bahan kajian untuk disampaikan kepada presiden untuk pengembangan desa-desa wisata di Indonesia,

“Sudah pasti setiap kunjungan ke daerah, maka apa yang saya temukan di daerah akan dilaporkan di rapat pleno di Watimpres. Dan nanti rapat pleno yang memutuskan bagaimana tindak-lanjutnya (untuk disampaikan kepada presiden),” imbuh Agum yang sebelum berkunjung ke Wisata Desa SHS Socio Eco Preneur Pokoh, Agum menghadiri pelantikan pengurus PEPABRI DIY hasil Musda PEPABRI DIY tahun 2018.

Sementara Sugiyanto Harjo Semangun mengatakan, Acara silaturahmi dengan para anggota PEPABRI, Pejuang Veteran dan masyarakat Wisata Desa Pokoh dengan mengundang Agum Gumelar menurutnya sebagai bentuk apresiasi IKAL DIY terhadap para Pejuang Veteran dan anggota PEPABRI sekaligus mengenalkan rintisan Desa Wisata Pokoh. Menurutnya Agum Gumelar selaku Ketua PEPABRI adalah sosok yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para Veteran dan anggota PEPABRI. Agum, kata dia, juga anggota Watimpres yang punya perhatian untuk kesejahteraan masyarakat terutama di pedesaan,

“Jadi korelasinya adalah bahwa di Tempel ini banyak Pejuang Veteran dan anggota PEPABRI yang aktif, selain itu ada potensi wisata yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pak Agum adalah tokoh yang memiliki concern untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga dengan kehadiran beliau diharapkan akan menambah motivasi kepada masyarakat di sini,” tutur pengusaha yang asli kelahiran Dusun Pokoh ini.

Sugiyanto menjelaskan, SHS Socio Eco Preneur Wisata Desa Pokoh konsepnya adalah memadukan wisata alam dengan wisata edukasi dan kebudayaan serta kearifan lokal desa. Di lahan seluas 2 Ha kawasan SHS Socio Eco Preneur nantinya akan dibangun berbagai wahana, antara lain wisata berkuda, joglo gamelan, wisata kuliner, sport center, kolam renang, taman edukasi untuk anak-anak dan sebagainya,

“Mudah-mudahan secepatnya pembangunan selesai. Harapannya, ke depan SHS Socio Eco Preneur Wisata Desa Pokoh ini bisa meningkatkan perekonomian warga, kesejahteraan masyarakat, khususnya di Dusun Pokoh Banyurejo ini,” harapnya.

Acara silaturahmi dengan Pejuang Veteran dan anggota PEPABRI juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh DIY, diantaranya Kepala Kesbangpol DIY, Agung Supriyanto, ketua PEPABRI DIY, Mayor Jend (purn) Fajar Budianto, unsur Pemerintah Desa Banyurejo, unsur musyawarah pimpinan Kecamatan (Muspimca) Tempel, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. (kt1)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga