Sabtu, 02/03/2019 19:45 WIB | Dibaca: 584 kali

HMI Dituntut Menguatkan Islam Moderat dan Jalan Tengah


Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Internasional, Siti Ruhaini Dzuhayatin saat menjadi pemateri LK II HMI Tingkat Nasional di Karanganyar. Foto: ist

KARANGANYAR –  Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Internasional, Siti Ruhaini Dzuhayatin mengungkapkan, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memilik tanggung jawab moral sebagai kelompok intelektual organik yang harus menjawab tantangan global.

Menurutnya, kader HMI dan Korps HMI-Wati (KOHATI) sebisa mungkin turut mengkampanyekan Islam wasathiyah sebagai bagian penting dalam diplomasi publik di tingkat internasional guna ikut serta menciptakan harmoni dan perdamaian dunia,

“HMI dan KOHATI harus menguatkan Islam yang moderat dan “jalan tengah” atau wasatiyyah Islamiyah yang rahmatan lil ‘alamin dan menolak segala bentuk infiltrasi ideologi transnasional,” katanya saat menjadi pemateri dalam Latihan Kader II Tingkat Nasional dan LKK KOHATI Tingkat Nasional yang diselenggarakan HMI Cabang Surakarta di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Karanganyar,  Sabtu (02/03/2019).

Dikatakan Ruhaini, HMI harus kembali ke masjid-masjid untuk membentengi ideologi dan gerakan politik yang mengancam kebangsaan yang sudah final, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia,

“Demikian pula dalam setiap training-training HMI baik di tingkat Basic, Intermediate dan Advance” imbuhnya.

Ruhaini menjelaskan, HMI telah berhasil melakukan transformasi nilai-nilai Islam komunal dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, Persis dan lainnya yang kemudian di dorong menjadi etika-etika berkebangsaan. Proses ini, menurutnya turut membingkai  wasathiyat Islam  yang berakar pada budaya Nusantara dan Berkemajuan dalam kerangka kebangsaan,

“HMI menjadi ruang pertemuan dari akar-akar primodialisme organisasi Islam tersebut menjadi landasan nilai dan etika berwawasan  kebangsaan  yang majemuk dalam keindonesian” tegas Ruhaini yang menyampaikan materi ‘Moderasi Islam, HAM dan Perempuan’.

Tugas kader HMI saat ini, kata dia, harus mampu menjawab tantangan intelektualisme terutama di era disruption,

“Kader HMI juga harus siap mengawal demokrasi di Indonesia. Menjelang pemilu 17 April dengan mengedepankan rasionalitas dan akal budi dengan menghindari hoax, ujaran kebencian dan Firehouse of falsehood,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Surakarta, Brilian Kusuma HMI Cabang Surakarta melaksanakan Latihan Kader II Tingkat Nasional dan LKK KOHATI Tingkat Nasional sejak tanggal 25 Februari – 3 Maret 2019 di BLK Kabupaten Karanganyar. Menurut Brilian, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kader-kader intelektual HMI yang sadar akan peran dan fungsinya sebagai sebagai kader umat dan kader bangsa.

Dia juga berharap kehadiran kader-kader HMI yang datang di Solo mendapat pengalaman dan ilmu pengetahuan yang bisa diimplementasikan di daerah masing-masing.

Solo dengan beragam budaya, beragam etnis dan beragam ideologi tapi solo sangat nyaman dan tentram,

“Saya berharap keberhasilan di solo saat ini bisa menjadi oleh-oleh kader HMI se Indonesia dalam menyikapi berbagai pandangan dan perbedaan secara dewasa” imbuh Mahasiswa FKIP UNS ini. (kt3)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga