Hadapi Dinamika Ekonomi dan Politik Global, Siti Ruhaini Dzuhayatin Ingatkan Peran HMI Sebagai Perekat Keberagaman Bangsa


Pidato Kebangsaan Keluarga Besar HMI DIY di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur DIY. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA – Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A mengatakan di tengah berbagai tantangan global, atau memasuki era revolusi industri 4.0 akan ada suatu konselasi sosial politik ekonomi yang dinamis. Oleh karenanya, Bangsa Indonesia harus menguatkan lagi komitmen kebangsaan dan komitmen moderasi beragama sehingga mempunyai modalitas untuk merespon isu - isu ke depan secara komprehensif dan juga matang,

"Saya kira HMI memiliki peran yang sangat kuat disini, itu karena dari sejak awal didirikan, komitmen kebangsaan itu sangat besar sekali dan kita tahu bahwa HMI merekatkan semua keragaman di dalam ke-Islaman. Jadi kalau kita lihat HMI ini kan suatu miniatur Indonesia, dimana semua anggotanya terdiri dari kalangan yang berbeda tapi tetap mempunyai komitmen satu yang disebut dengan ke-Islaman ke-Indonesiaan," katanya saat menyampaikan Pidato Kebangsaan yang diselenggarakan Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (31/03/2019) di Pendopo Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY.

Menurutnya, Pidato Kebangsaan yang diselenggarakan Keluarga Besar HMI DIY adalah salah satu cara bagaimana merekatkan, mendialogkan, dan mengokohkan kembali komitmen ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.
 
Ruhaini berharap, HMI sebagai suatu organisasi yang mempunyai wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang kuat, akan mampu menjadi perekat sosial, menjadi perekat politik, dan juga menjadi perekat kebangsaan disaat dinamika pergeseran sosioekonomi dan juga politik yang tengah berlangsung, saat ini.
 
"HMI kita harapkan perannya sebagaimana di masa - masa yang lalu untuk kembali menguatkan dan kembali memberikan satu komitmen bahwa ke-Indonesiaan dan ke-Islaman itu adalah dua sisi dari satu mata uang. Itulah yang disebut dengan Indonesia dengan moderasi dan keberagamannya dan disitulah eksistensi HMI menjadi penting," harap Alumni HMI Cabang Yogyakarta ini.

Sementara Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X yang membacakan pidato tertulis Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan, di tengah situasi dinamika bangsa jelang Pemilu 2019, sikap perselisihan, ujaran kebencian hingga hoax hampir menjadi sesuatu yang kerap mewarnai dunia nyata maupun maya,

"Nah, di tengah situasi tersebut saya berharap HMI berperan menjadi organisasi yang bisa terus menjaga persatuan antar anak bangsa. HMI juga dapat membawa Islam menjadi rahmatan lil alamin. Sehingga, dengan persatuan tersebut Indonesia semakin menjadi negara besar yang matang menatap kemajuan zaman,” kata Paku Alam X.

Sementara itu Ketua Penyelenggara (Steering Committee) acara, Retna Susanti mengatakan, dalam Pidato Kebangsaan selain Siti Ruhaini Dzuhayatin, juga dihadirkan tokoh alumni HMI, yaitu Drs. Suwarsono Muhammad, M.A (Penasihat KPK 2013-2015, Ketua Badan Wakaf UII), Dr. Senawi, M.P (Dirmawa UGM 2012-2017, Lurah Kemahasiswaan Nasional 2013-2017), dan Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M. Ag (Dosen PascaSarjana UNY). Sementara itu, bertindak selaku moderator,  Hakimul Ikhwan, Ph.D (Sekretaris Jurusan Sosiologi UGM).

Menurut dia, silaturahmi dan pidato kebangsaan digelar berangkat dari keprihatinan bersama Keluarga Besar HMI. Baik Kader maupun Alumni HMI atas fenomena politik dimana potensi perpecahan antar sesama anak bangsa semakin meruncing. 

“Kita bisa merasakan bersama apa yang terjadi di tengah masyarakat di tahun politik ini. Tak jarang gara-gara beda pilihan politik, beda Capres, sesama saudara bertengkar. Ini yang membuat kami prihatin,” kata Retna.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan kenapa DIY berpotensi rawan konflik politik. Selain sebagai kota pelajar dan budaya, penggunaan Sosial Media (Sosmed) di Yogyakarta cukup tinggi.

“Konflik politik salah satunya dipicu Sosmed. Banyak kampanye hitam yang tidak mendidik jelang Pemilu 2019 ini, termasuk politisasi agama, hoax, fitnah, ujaran kebencian dan segala bentuk kekerasan. Kami Keluarga Besar HMI menolak itu semua,” tegas Retna yang alumni HMI Cabang Bulaksumur.

Karena itu, Keluarga Besar HMI menggelar Pidato Kebangsaan. Hal ini sebagai upaya meredam potensi perpecahan antar sesama masyarakat, untuk mendorong terlaksananya pemilu yang damai dan berkeadaban.

“Kami Keluarga Besar HMI DIY menghimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya Yogyakarta, apapun referensi politik kita, mari kita saling menghargai. Mari kita jaga dan rawat bersama-sama Yogyakarta istimewa ini agar tetap berhati nyaman,” jelas Retna.

Acara dialog kebangsaan yang dihadiri ratusan Kader dan Alumni HMI tersebut dimeriahkan penampilan spesial Rampoe UGM, ED Beat BoX (rd)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga