Persiapkan Hadapi Ujian Nasional SD Negeri Badran Gelar Doa Bersama dan Motivasi


Siswa dan wali murid SD Negeri Badran mengikuti doa bersama dan motivasi menghadapi USBN. Foto: Ist

YOGYAKARTA – Menghadapi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah, SD Negeri Badran di jalan tentara rakyat mataram 13 Yogyakarta menggelar Motivasi dan Doa Bersama untuk para siswa, Jumat (12/04/2019).

Sedikitnya 76 siswa kelas 6 melakukan doa bersama di mushola SD. Acara tersebut juga dihadiri kepala sekolah, guru dan karyawan, komite, wali siswa, dan siswa kelas 6.

Selain doa bersama, juga diselenggarakan kegiatan parenting berupa motivasi pendidikan karakter di ruang aula selatan SD Negeri Badran. Kegiatan parenting ini diikuti oleh 130 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 5 beserta wali siswa.

Doa bersama dan motivasi menghadirkan narasumber Nani Sukaryani, S.Pd.I. Menurut Nani, doa bersama bertujuan untuk memohon kepada Alloh SWT agar bisa mengerjakan soal dengan lancar dan sukses,

“Dengan doa bersama diharapkan memperkokoh kepercayaan diri siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam mengerjakan soal USBN. Memberi motivasi spiritual kepada siswa agar lebih percaya diri dalam mengerjakan soal USBN. Memberikan ketenangan hati bagi siswa serta memberikan harmonisasi antara pola pikir, rasa, dan karsa melalui pendekatan spiritual,” katanya.

Selain itu, kata Nani, doa bersama juga diharapkan menumbuhkan dan membudidayakan karakter religius, menumbuhkan citra sekolah yang bernuansa religius, serta menguatkan kebersamaan persaudaraan dan kekeluargaan antar siswa, orangtua, dan guru,

“Dengan kegiatan doa bersama juga diharapkan Siswa fokus dan tenang dalam mengerjakan soal USBN sehingga memperoleh hasil yang memuaskan atau sukses USBN,” harapnya.

Dijelaskan Nani, waktu belajar anak di sekolah mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, sehingga hanya sekitar 6 sampai 7 jam, selebihnya waktu anak dihabiskan dalam keluarga atau masyarakat.

Oleh karenanya, ia berpendapat keberhasilan seorang dalam menghadapi ujian di sekolah baik US, USBN UN bukan semata-mata tanggung jawab guru dan sekolah melainkan peranan orangtua atau keluarga juga cukup besar terhadap kesuksesan anak-anaknya,

“Kita semua menyadari bahwa terdapat tiga tempat untuk pendidikan anak, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Orangtua tidak boleh menumpukan keberhasilan pendidikan anaknya hanya kepada guru atau sekolah,” imbuhnya.

Nani juga meminta orangtua memberi perhatian khusus kepada anak-anaknya, sebab di era melenial seperti sekarang ini anak-anak lebih suka bermain games atau gadget dari pada belajar.

“Belum lagi orangtua yang disibukkan dengan pekerjaanya masing-masing untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Nyaris hanya ada sedikit waktu bagi anaknya dalam belajar, tetapi tetap harus dilakukan. Perlu ada perhatian orangtua, apalagi menjelang USBN atau US semester genap ini,” ujarnya.

Dijelaskan Nani, menjelang USBN orang tua perlu memahami tipe belajar anak. Menurutnya, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda dengan anak lainnya, hal ini harus disadari oleh orang tua,

“Sebagai orangtua kita tidak dapat menyamakan belajar seorang adik dengan kakaknya,” ujarnya.

Mengutip teori David Kolb, gaya belajar merupakan karakteristik kognitif, afektif, dan perilaku psikologis seorang siswa tentang bagaimana memahami sesuatu, serta berinteraksi dan merespon lingkungan belajarnya, yang bersifat unik dan relatif stabil,

“Orang tua harus menyadari bahwa belajar itu bersifat unik, untuk memperoleh hasil yang relatif stabil gaya belajar yang digunakan berbeda. Setelah orangtua mengetahui gaya belajar anaknya, maka tinggal memantau dan memberikan penguatan-penguatan,” paparnya,

Lebih lanjut Nani menjelaskan, karakter atau watak adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Karakter disini, kata dia, berbeda dengan kepribadian, karena terbentuk melalui proses pembelajaran diberbagai tempat, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat,

Dengan mengetahui karakter anak, orang tua mudah memberikan arahan bahkan motivasi kepadanya. Hal ini menurutnya sangat penting karena seorang anak akan merasa bahagia apabila sering mendapatkan perhatian dari orangtua-nya, apalagi saat-saat kursial bagi anak pada saat menghadapi ujian  nasional atau pun kenaikan kelas,

“Sekali waktu tunggui anak dalam belajar. Berikan motivasi belajar kepada anak. Temukan jam belajar bagi anak, luangkan waktu untuk berkumpul dengan anak, bantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, juga sertakan program bimbingan belajar,” ucapnya.

Sementara itu, narasumber Nurlistiyati, S.Pd,AUD mengungkapkan diselenggarakan acara doa bersama dan motivasi adalah sebagai upaya membangun pribadi peserta didik SD Negeri Badran agar dapat berperilaku dengan baik.

Dalam menyampaikan materi, Nurlistiyati mengemas dalam acara softbond yang penuh tawa namun khidmat,

“Saya berharap dengan adanya kegiatan motivasi pendidikan karakter ini, anak-anak bisa menjadi pribadi yang berkarakter baik dan berbudi pekerti,” tutupnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Berita Terkait

 





Baca Juga