Jumat, 24/05/2019 20:52 WIB | Dibaca: 277 kali

Buka Puasa Bersama, IKAL DIY Dorong Rekonsiliasi Paska Pemilu


Ketua IKAL DIY saat buka bersama pengurus IKAL DIY. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA - Paska Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAL-DIY) mendorong rekonsiliasi politik di tingkat lokal DIY.

Dorongan tersebut ditunjukkan dengan digelarnya acara buka bersama dan silaturahmi anggota IKAL DIY di Hotel Jambuluwuk, Malioboro Yogyakarta, Jumat (24/06/2019) petang.

Ketua IKAL DIY, Sugiyanto Harjo Semangun mengungkapkan, anggota IKAL DIY terdiri dari berbagai latar belakang. Ada TNI POLRI, Politisi, ASN, Akademisi dan Profesional. Dari berbagai latar belakang tersebut, anggota IKAL memiliki potensi untuk menjadi perekat perbedaan pilihan politik dalam Pemilu 2019 yang lalu,

"IKAL tidak berpolitik, anggotanya punya hak sebagai warga negara yang mempunyai kebebasan untuk menentukan pilihan politik, kecuali TNI-Polri yang menjalankan politik negara, harus netral. Paska Pemilu ini IKAL mencoba mempertemukan anggota dari berbagai latar belakang itu untuk kembali merajut kebersamaan membangun bangsa yang lebih baik ke depan" tuturnya.

Sugiyanto menjelaskan, Anggota IKAL telah melalui pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) berbagai jenjang. Ada yang mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) selama 4,5 bulan. Program Pendidikan Reguler Angkatan selama 7,5 bulan, dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaaan (Taplai). Ada juga Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) yang diikuti Bupati dan Walikota beserta wakil.

Ia menekankan, jika setiap anggota IKAL, berkomitmen menjaga amanah founding father yaitu Pancasila UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,

"Anggota IKAL DIY memiliki anggota yang cukup banyak. Namun yang mengikuti buka bersama kali ini banyak dari kalangan muda, tokoh masyarakat, yang mengikuti Taplai," imbuhnya.

Dengan pendidikan yang telah diikuti di LEMHANNAS, dia optimis anggota IKAL akan mengedepankan kepentingan bangsa,

"Pilihan politik boleh berbeda namun persatuan dan kesatuan lebih diutamakan demi bersama-sama membangun bangsa ke depan yang lebih baik," pungkasnya. (rd)

Redaktur: Ja'faruddin. AS


 





Baca Juga