Meriah, Gebyar Anak Kalasan Berlangsung di Dusun Wisata Kali Opak 7 Bulan


Camat Kalasan saat menghadiri gebyar Anak di Dusun Wisata Kali Opak 7 Bulan. Foto: Nia

SLEMAN – Ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Se-Kecamatan Kalasan mengikuti Gebyar Anak di Dusun Wisata Kali Opak 7 Bulan, Ndalem, Tamanmartani, Kalasan, Sabtu (20/07/2019) pagi.

Ketua Panitia Gebyar Anak Karsini, S.Pd mengatakan, Gebyar Anak tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena diselenggarakan di tempat wisata yang aman untuk anak-anak. Menurutnya tujuan diselenggarakannya Gebyar Anak ini untuk memperingati Hari Anak Nasional, menggali potensi anak dan mengembangkan kreatifitas anak, serta mengenalkan potensi wisata lokal Kali Opak 7 Bulan kepada masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Kalasan,

"Selain menarik juga diharapkan masyarakat juga dapat mengenal tempat wisata di Kalasan ini untuk menikmati pemandangan alam sekaligus mengenalkan lingkungan alam pada anak-anak PAUD” katanya.

Dijelaskan Karsini, Gebyar Anak kali ini melibatkan seluruh Taman Kanak Kanak (TK), Satuan PAUD Sejenis (SPS), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Penitipan Anak (TPA) di Kecamatan Kalasan. Ia merinci, peserta sekira 200 orang, diantaranya 75 anak dari TK dan 26 guru pendamping, 50 anak dari KB, SPS, dan TPA dengan 30 guru pendamping, serta puluhan panitia dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI),

"Kegiatan ini di danai oleh APBD Kecamatan Kalasan," ungkapnya.

Dalam Gebyar Anak, kata Karsini, berlangsung kegiatan berupa kreatifitas PAUD untuk anak usia 2 sampai 4 tahun yang terdiri dari meronce, mewarnai, stempel, kolase, dan bermain Apollo dengan berbagai bahan alam, serta kegiatan pentas tari dan permainan dolanan anak untuk anak usia 5-6 tahun,

“Gebyar Anak ini adalah wahana yang aman dan nyaman untuk mengekpresikan diri anak, karena kita perlu menggali potensi dan bakat yang ada di dalam diri anak sehingga anak anak kedepannya dapat meraih apa yang mereka inginkan dan kita perlu mensupportnya. Sehingga anak PAUD di Kecamatan Kalasan ini menjadi anak yang berguna anak yang berprestasi anak yang patut dibanggakan bagi orangtua nusa dan bangsa," kata Camat Kalasan, Siti Anggraheni Susila Prapti, SH.MM dalam sambutannya pada acara Gebyar Anak.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga dapat belajar bermacam tanaman, sungai, dan asal sumber airnya. Ia berharap dengan kegiatan ini anak-anak juga mengetahui bahwa di Kalasan ini ada sesuatu yang bisa dibanggakan karena mempunyai tanah yang subur untuk kehidupan kita dimasa yang akan datang,

"Sehingga harus kita ajarkan kepada anak anak bahwa apa yang ada sekarang ini harus kita pelihara dengan sebaik baiknya karena ini merupakan masa depan anak anak kita, jangan sampai sungai yang masih jernih ini kemudian dicemari oleh kita sendiri dengan sampah. Dengan air sungai yang jernih otomatis ikan yang ada dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat," tukasnya.

Sementara itu, Siti berharap kegiatan ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan berkelanjutan sehingga dapat diselenggarakan di semua desa di Kecamatan Kalasan.

Siti menilai dengan kegiatan yang bertempat di tempat wisata desa, anak dapat belajar apa yang diajarkan di sekolah sekaligus belajar tentang keindahan alam yang bisa dimanfaatkan bersama kedepannya,

"Harapannya juga bisa membawa dampak secara ekonomi, sehingga memiliki nilai jual wisata," harapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dukuh Ndalem Tamanmartani Joko Susilo. Ia mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Gebyar Anak yang diselenggarakan di Tempat Wisata Kali Opak 7 Bulan. Joko menjelaskan, Tempat wisata Kali Opak 7 Bulan yang dibuka tahun 2018 merupakan destinasi wisata alam yang indah asri dimana air kali (sungai) berasal dari 7 mata air,

"Tempat wisata ini bermula dari program Padukuhan Ramah Anak yang bertujuan untuk mengedukasi anak tentang alam dan lingkungan,” ujarnya.

Salah satu pendamping dari SPS An Nurumi, Fefin Dwi Setyawati mengatakan kegiatan ini sangat disukai anak-anak. Menurutnya anak-anak dapat berekspresi sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter dalam mengenal alam dan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini,

"Diharapkan kelak para generasi emas ini mampu menumbuhkan rasa cinta dan bangga pada Indonesia dan sumber daya alam di dalamnya,” imbuhnya.

Acara yang diselenggarakan oleh Kecamatan Kalasan ini menggandeng kepanitiaan dengan HIMPAUDI dan IGTKI Cabang Kalasan dihadiri oleh Camat Kalasan, KA UPT Yandik Kecamatan Kalasan, Polsek dan Koramil, Puskesmas Kecamatan Kalasan, Kepala Desa Desa Tamanmartani Kalasan, serta Kepala Dusun Ndalem. (rd)

Redaktur: Ja'faruddin. AS


 





Baca Juga