Mangkukusuman Layak Sebagai Pilot Project Kampung Koperasi di Kota Yogyakarta


Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto saat melaksanakan agenda reses dewan. Foto:Ist

YOGYAKARTA – Kampung Mangkukusuman, Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, menjadi sekian banyak kampung yang memiliki potensi di Kota Yogyakarta untuk dikembangkan, 

“Kampung Mangkukusumanmemiliki potensi menjadi Kampung Koperasi ini yang bisa menjadi pembeda diantara kampung kampung yang lain,” Anggota Komisi B DPRD Kota Yogykarta, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP dalam agenda reses, di Balai Kampung Pengok Kidul, Senin (02/12/ 2019) kemarin.

Fokki menjelaskan, dalam reses yang ia lakasanakan muncul data bahwa, kampung Mangkukusuman  telah memiliki koperasi kampung dengan  anggota dengan omzet pendapatan sekira 800 juta per tahun serta juara 1 administrasi perkantoran tahun 2017,

“Mengapa kampung koperasi menarik? Karena sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 soko guru perekonomian Indonesia adalah Koperasi, dan di tengah-tengah iklim kapitalisme masih ada koperasi yang dapat dikembangkan lebih maju lagi,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kampung Mangkukusuman, Bambang Istiarjo yang menghadiri acara reses Fokki mengusulkan agar Pemerintah Kota Yogyakarta dapat membina lebih serius lagi kampungnya.

Menanggapi hal tersebut, Fokki menyampaikan bahwa dalam rapat dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Nakertrans ketika membahas KUA PPAS APBD 2020 terdapat kesamaan kehendak yaitu mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Kota Koperasi.

Dengan adanya potensi Kampung Mangkukusuman dalam hal perkoperasian, Fokki selaku anggota DPRD Kota Yogyakarta akan mengusulkan memperjuangkan dan mengawal supaya Pemerintah Kota Yogyakarta bisa menjadikan Kampung Mangkukusuman sebagai pilot project Kampung Koperasi di Kota Yogyakarta serta akan memasukkan dalam POKIR DPRD Kota Yogyakarta.

Ia meminta Lurah Kalurahan Baciro dan Bappeda untuk juga bisa mengimplementasikan hal tersebut.

Dalam masa reses Antonius Fokki Ardiyanto S.IP sebagai Anggota DPRD Kota Yogyakarta mengaku banyak menemukan potensi dari masing masing kampung yang seharusnya bisa ditangkap dan ditindaklajuti oleh Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mensejahterakan masyarakat,

“Dan ini sesuai dengan kebijakan pembangunan Kota Yogykarta yang sudah disepakati bersama yaitu berbasis kampung,” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga