Minggu, 29/12/2019 13:19 WIB | Dibaca: 431 kali

GP Ansor DIY Didorong Jihad Ekonomi dalam Memerangi Radikalisme


Ketua IKAL DIY Sugiyanto Harjo Semangun (Batik Corak Merah Putih) bersama panitia dan peserta PKL Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bantul, Sabtu (28/12/2019). Foto: Fa

BANTUL – Di tengah berkembangnya paham-paham radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan konsensus para founding father Bangsa Indonesia.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAL DIY), H. Sugiyanto Harjo Semangun, M.Si saat hadir menjadi pemateri dalam Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Angkatan IV Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bantul, di Pondok Pesantren Al Imdad II, Kedung Guwosari Pajangan, Sabtu (29/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Sugiyanto mengingatkan kembali esensi semangat Resolusi Jihad yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, Resolusi Jihad tak terlepas dari langkah Presiden Sukarno yang pada 17 September 1945 memohon fatwa hukum kepada KH Hasyim Asyari,

“Pada tanggal 21 dan 22 Oktober 1945, wakil-wakil cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya dan menyatakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai jihad. Hari bersejarah itu kini diperingati sebagai hari Santri. Berkat fatwa Kyai Hasyim Asyari, para santri, pemuda-pemuda NU terjun dalam perang melawan Inggris dan sekutu pada 10 Nevember 1945 di Surabaya yang kita peringati sebagai hari pahlawan. Ansor yang merupakan generasi Muda NU saat ini harus mewarisi semangat yang sama untuk mempertahankan NKRI,” tutur Lulusan Pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional PPSA 17/2011 ini.

Sugiyanto yang juga Kandidat Doktor pada Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada (MDKIK UGM), mengungkapkan, banyak faktor munculnya paham radikalisme yang dalam artian hendak menghancurkan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Salah satunya, kata dia, karena faktor kesejahteraan atau ekonomi. Ia menandaskan, Lemhannas menilai, inti dari ketahanan Nasional adalah sejahtera dan aman,

“Jadi ada korelasinya antara paham radikalisme dan ektrimisme yang mengganggu keamanan, mengancam persatuan dan keutuhan NKRI dengan kesejahteraan. Oleh karenanya, jika dulu jihadnya dengan mengangkat senjata melawan penjajah, saat ini bentuk jihadnya Ansor salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan mengentaskan kemiskinan,” tutur pengusaha sukses putra daerah asli Sleman ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiyanto memberikan kesempatan untuk kader-kader GP Ansor untuk turut dalam training pemberdayaan masyarakat di salah satu sociopreneur (pemberdayaan masyarakat) yang sudah dikembangkannya di Gunungkidul dan di Sleman yang masih dalam tahap pembangunan,

“Insyaa Allah saya terbuka untuk sahabat-sahabat Ansor untuk bergabung dalam sociopreneur yang kami kembangkan. Salah satunya kita ada peternakan ayam petelor dengan omega 6 yang bagus dan lele. Itu nantinya kita ekspor, selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sekaligus untuk mendorong program pemerintah mengatasi stunting. Untuk menyelamatkan generasi bangsa ke depan, mari kita berjihad ekonomi bersama,” tuturnya.

Sugiyanto menambahkan, jihad mengentaskan kemiskinan sekaligus jihad untuk memajukan Bangsa Indonesia. Untuk menjadi negara maju, ia mensyaratkan tiga perinsip penting, yaitu Disiplin, Nasionalisme dan SDM berdaya saing. Ketiga hal tersebut selalu ia sampaikan dalam setiap kesempatan menjadi pembicara dalam berbagai seminar nasional yang diselenggarakan lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, maupun perguruan tinggi sejak menjabat Ketua IKAL DIY pada 17 Maret 2017 silam,

“Dalam berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat supaya sukses, sahabat-sahabat Ansor juga perlu menerapkan apa yang saya sebut K3J, yaitu: Komunikasi, Koordinasi, Komitmen dan Jaringan. Singkatnya bahwa dengan K3J yang baik, segala persoalan saya yakin bisa diatasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor DIY, Muchammad Syaifudin, SE megatakan, PKL diselenggarakan PC GP Ansor Kabupaten Bantul selama 3 hari, Jumat (27/12/2019) hingga Minggu (30/12/2019) tersebut. PKL diikuti oleh sedikitnya 45 peserta yang rata-rata pengurus Ansor di tingkat Anak Cabang dan Cabang dari wilayah DIY dan beberapa berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Menurutnya, PKL dengan tema “Penataan Politik Jamaah Menyongsong An Nahdlah Ats tsaniyah” ini bertujuan membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader
bangsa yang tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih. Membentuk kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang unggul untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan organisasi dan para Ulama,.

Selain itu, kata dia, PKL juga bertujuan menegakkan ajaran islam Ahlussunnah Wal Jamaah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat di dalam wadah NKRI,

“Juga bertujuan untuk berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan, kemakmuran, berkemanusisaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridlai Allah SWT,” ungkapnya.

PKL menghadirkan para pemateri yang merupakan instruktur nasional GP Ansor, tokoh-tokoh daerah DIY dan tokoh nasional, salah satunya Ketua IKAL DIY, Sugiyanto Harjo Semangun yang berlatar pengusaha. Ia berharap, sahabat-sahabat Ansor nantinya mampu memberdayakan potensi ekonomi, kemampuan, dan nalar intelektualitas sesuai dengan basis kompetensi, profesi, sumber daya, dan lingkungan,

“Visi dan Misi yang mengandung cita-cita ideal tersebut perlu dibreakdown di seluruh tingkatan, dari tingkatan pusat sampai ke ranting-ranting. Seperti halnya di tingkatan Pimpinan Cabang GP ANSOR Kabupaten Bantul harus memiliki 3 amal usaha tersebut di atas dan merumuskan 3 amal usaha di atas ke dalam program kerja yang salah satunya adalah berupa PKL ini,” tutupnya. (rd1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga