UGM Kerjasama dengan TNI AD dalam Bidang Pendidikan Pasca Sarjana Bagi Perwira dan Bintara


Penandatanganan kerjasama pendidikan UGM dan TNI AD oleh KASAD dan Rektor UGM. Foto:ist

YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melaksanakan kerja sama dalam bidang pendidikan khususnya program pascasarjana bagi perwira dan bintara TNI AD.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Rektor UGM, Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng.,D.Eng., IPU, ASEAN, Eng., dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jendral Andika Perkasa, Jum'at (10/01/2019) di Ruang Tamu Rektor UGM.

Kasad menyampaikan ucapan terima kasih kepada UGM yang telah bersedia bekerjasama dalam upaya peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) TNI AD melalui pendidikan program pascasarjana untuk anggotanya.

"Hal ini sudah lama menjadi agenda kami berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia," tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa militer memiliki tugas pokok untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI dan menegakan kedaulatan bangsa. Kendati begitu, dalam keseharian lebih banyak menggeluti manajemen dan kebijakan publik dalam bidang pertahanan dan kemanan sehingga wawasan dan kualitas SDM diperlukan.

Melalui kerja sama pendidikan program pascasarjana ini dia berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia TNI AD. Pada awal kerja sama ini terdapat 46 anggotanya yang telah diterima dan akan  mulai menjalani perkuliahan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020.

Keempatpuluh enaam orang tersebut 4 orang diantaranya diterima di program S3 Prodi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan. Berikutnya 42 orang diterima pada program S2 yang tersebar di FISIPOL, prodi Ketahanan Nasional, prodi Teknologi Informasi, dan prodi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan.

"Harapannya semester depan bisa semakin banyak program yang dibuka untuk dikerjasamakan dan semakin banyak yang bisa kuliah di UGM," katanya.

Sementara Rektor UGM mengatakan bahwa  saat ini UGM telah memiliki program pascasarjana by research. Pendidikan tersebut dilakukan menekankan pada penelitian dengan jumlah perkuliahan yang terbatas. Dengan begitu, para perwira nantinya dapat mengikuti pendidikan pascasarjana tanpa harus banyak meninggalkan tugas kerja.

Lebih lanjut Panut menyampaikan melalui kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan keilmuan dan kecerdasan sumber daya manusia Indonesia. Dengan demikian dapat menjadi bangsa yang disegani di mata dunia.

“Bersama-sama kita tingkatkan keilmuan dan kecerdasan sehingga menjadi bangsa besar yang disegani dan juga makmur,” pungkasnya.  (pr/kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga