Pendampingan Teknis Optimalkan Implementasi SDP, Mendukung Program Satu Data Indonesia


Pendampingan Teknis Optimalkan Implementasi SDP, Mendukung Program Satu Data Indonesia

Yogyakarta - Kasubdit Data dan Informasi, Direktorat Teknologi Informasi dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Nanank Syamsudin melakukan pendampingan teknis pengamanan dan pemeliharaan jaringan teknologi informasi Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) di Balai Pemasyarakatan (Bapas Jogja), Selasa(25/08/2020).

Kegiatan pendampingan tersebut bertujuan untuk meminimalisir kendala jaringan dan penginputan di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT), sehingga mendukung terlaksananya program Satu Data Indonesia.
Kegiatan pendampingan oleh Kasubdit Data dan Informasi di Bapas Jogja, dimulai dengan mengunjungi ruang server SDP, melakukan pengecekan penginputan data SDP, dilanjutkan diskusi dengan Kepala Bapas Jogja dan pejabat struktural terkait.
“Penginputan SDP merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung program Presiden yaitu Satu Data Indonesia. Setiap UPT Pemasyarakatan diminta untuk melaporkan data-data tersebut ke dasboard Menteri Hukum dan HAM yang kemudian diteruskan ke Bappenas dan akan disampaikan ke Presiden,” ujar Nanank sebagai ketua tim pendampingan.
"Setiap UPT Pemasyarakatan diharapkan dapat melakukan penginputan data secara lengkap dan jelas, agar informasi yang diakses merupakan informasi yang benar. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan akan melakukan pengembangan menu-menu SDP sesuai kebutuhan satuan kerja. Apabila saat ini masih terdapat menu yang belum sesuai dengan kebutuhan satuan kerja, maka data dapat dikirim dalam bentuk file dan akan menjadi masukan bagi tim TI di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan", tambahnya.
"Data yang dimaksud di Bapas Jogja meliputi data klien bimbingan, data klien pengawasan, data klien pendampingan, data penelitian kemasyarakatan serta data lain yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Bapas, setelah melakukan kegiatan ini , tim menemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh Bapas Jogja diantaranya yaitu belum ada username untuk masing-masing Pembimbing Kemasyarakatan maupun staf pengelola SDP dan belum terhubungnya komputer khusus SDP yang diletakkan di ruang layanan pengunjung hal ini agar mudah diakses oleh pengguna layanan Bapas," jelasnya lebih lanjut.

Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa, Setyo Wahyudi mengatakan bahwa pendampingan dari tim data direktorat ini sangat membantu pihak Bapas Jogja untuk bisa menngoptimalkan SDP.

"Pihak kami sangat berterimakasih atas kesempatan ini, sehingga bisa berkonsultasi lebih detail tentang kendala yang ada dilapangan, dan pihak kami berharap dengan kelengkapan sarana dan prasarana SDP yang telah Bapas Jogja terima bisa terkoneksi dengan UPT pemasyarakatan lain dan tentunya kasilnya lebih maksimal dengan data yang sama," harapnya.

Diakhir kunjungan tim data , Kepala Bapas Jogja, Ali Syeh yang turut mendampingi tim data mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap dengan terkoneksinya sistem data dari semua UPT dapat mempercepat proses pekerjaan masing masing bagian.

"Kecepatan pelayanan menjadi salah satu target utama dalam peningkatan pelayanan publik, terimakasih kepada tim pendamping, semua saran akan pihak kami tindak lanjuti untuk turut mendukung terlaksananya program Satu Data Indonesia," pungkas Ali Syeh.(Ang)

Redaktur : Hennyra


 





Baca Juga