Inovasi Pembelajaran di Tengah Pandemi, Dinas Pendidikan Sleman Dorong Guru PAUD Susun Buku Cerita Anak


Kegiatan workshop penulisan cerita anak untuk guru PAUD Dinas Pendidikan Sleman. Foto:Fefin Dwi Setyawati

SLEMAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman menggelar workshop penulisan cerita anak untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kamis (24/09/2019). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara Lantai III, Kantor Disdik Kabupaten Sleman tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Drs. Ery Widaryana, MM menuturkan kegiatan workshop merupakan bagian dari program Pembinaan Disdik Kabupaten Sleman kepada organisasi mitra, yang diselenggarakan rutin setiap tahun.

Ery menjelaskan, tujuan digelarnya workshop adalah untuk membangun komitmen organisasi mitra PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) dalam mendukung program Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Sleman. Workshop juga bertujuan untuk membekali guru PAUD untuk tetap bisa berkarya walaupun harus mengajar dari rumah.

Dalam acara yang juga dihadiri jajaran di Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdik Kabupaten Sleman tersebut, Ery mengingatkan, masa pandemi belum berakhir dan membawa dampak besar di dunia pendidikan. Peran organisasi mitra dalam membantu satuan pendidikan untuk memberikan semangat dalam menghadapi masa pandemi, sangat dibutuhkan,

"Harapan saya kita semua diberi kemudahan dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat" tutur Ery yang baru menjabat sebagai Kepala Disdik Kabupaten Sleman, sejak 28 Agustus 2020 yang lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dra Sri Sumiyatun mengungkapkan, peserta kegiatan pembinaan tahun ini sebanyak 60 orang yang tergabung dalam organisasi mitra HIMPAUDI, IGTKI, dan Forum PAUD yang menaungi PAUD formal dan nonformal di Kabupaten Sleman.

Sehubungan dengan penerapan protokol kesehatan, workshop dibagi menjadi dua sesi, yaitu pada tanggal 17 dan 24 September 2020 yang masing-masing sesi diikuti 30 orang,

"Harapannya, dengan menulis cerita anak yang nantinya akan dicetak dan diterbitkan secara resmi menjadi sebuah buku kumpulan cerita anak yang bisa dijadikan media pembelajaran oleh guru se-Kabupaten Sleman," kata Sumiyatun.

Narasumber workshop, Vitriya Mardiyanti yang juga penulis buku, mengatakan, tradisi literasi di kalangan guru PAUD perlu lebih ditingkatkan. Dengan bisa menulis cerita sebagai salah satu media pembelajaran, maka guru tidak hanya sebagai penikmat karya orang lain. Ketika guru sudah berkreasi menciptakan karya sendiri,maka akan bisa menginspirasi siswanya,

"Saat siswanya terinspirasi otomatis cara berfikir mereka menghargai guru akan lebih baik lagi," ungkap Vitriya.

Ia mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, banyak guru guru yang aktif saat mengikuti simulasi dalam workshop. Banyak yang sudah menyelesaikan tulisannya, dan beberapa ada yang belum menuliskan tetapi sudah bisa menceritakan,

"Mereka sangat luar biasa. Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman juga luar biasa dalam mensupport, baik dari kemajuan peningkatan kemampuan guru-guru di Sleman dalam bidang literasi serta untuk kemajuan pendidikan di Indonesia" ujar Vitriya.

Vitriya yang merupakan pendiri Komunitas Yuk Menulis sejak tahun 2006 memotivasi peserta agar terus berkarya dan meningkatkan kemampuan menulis. Menurutnya, menulis itu mudah dan menyenangkan. Hal itu terbukti di komunitasnya yang hingga saat ini sudah memiliki anggota sekitar 9000 orang dan telah berkolaborasi dengan berbagai tokoh nasional,

"Di komunitas itu dapat memberikan pengalaman bahwa ternyata menulis itu mudah dan menyenangkan," ujarnya.

Salah satu peserta, Nurlistiyati, S.Pd.AUD mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat setelah mengikuti workshop. Ia berharap buku antologi (kumpulan) cerita anak karya guru-guru PAUD se Sleman segera terealisasi,

"Di masa pandemi ini sangat bermanfaat, paling tidak memunculkan kebiasaan sekaligus menggali potensi menulis guru PAUD sehingga bisa berkarya meski ditengah keterbatasan," katanya.

Hal senada juga disampaikan peserta lainnya, Nani Sukaryani, S.Pd.I. Menurutnya kegiatan workshop sangat menarik,

"Baru kali ini pelatihan menulis membuat saya semangat untuk menulis karena cara penyampaian yang simpel, menarik, mudah dimengerti dan banyak motivasi yang positif," pungkasnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga