Sri Sultan Minta Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Prioritaskan APBD dan Danais Untuk Pemulihan Ekonomi


Sri Sultan HB X melantik tiga pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada 2020 DIY. Foto: ist

YOGYAKARTA – Tiga pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2020, resmi dilantik Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (26/02/2021) di Bangsal Kepatihan kompleks Kantor Gubernur DIY.

Ketiga Bupati dan wakil bupati yang dilantik adalah Bupati dan wakil Bupati Sleman terpilih, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa. Bupati dan Wakil Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo. Kemudian, Bupati dan wakil Bupati Gunungkidul terpilih Sunaryanta dan Heri Susanto.

Dalam pidato sambutannya, Sri Sultan meminta ketiga Bupati dan wakil Bupati bisa bersinergi dengan program Pemerintah Daerah (Pemda) DIY,  

"Terlebih dengan status keistimewaan DIY secara lex specialis, selayaknya lebih mengukuhkan koordinasi kebijakan dengan Pemda DIY. Kordinasi dan sinergi bukan berorientasi kekuasaan, tetapi pada keterpaduan program agar pelaksanaannya memiliki daya guna dan hasi guna yang optimal bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam menjalankan awal pemerintahan Sri Sultan meminta para Bupati dan wakil Bupati terlantik untuk segera membelanjakan APBD dan DANAIS tahun anggaran 2021 agar ekonomi masyarakat mulai pulih untuk segera bangkait pasca vaksinasi nasional yang merupakan program simultan penanganan Covid-19. Sri Sultan menekankan agar pemulihan ekonomi daerah melalui kebijakan pemberdayaan UMKM dan penyusunan daftar prioritas investasi dareh dengan cara-cara yang extraordinary dalam situasi darurat Covid-19 sat ini,

"Jika bermaksud memasukkan program untuk menepati janji Pilkada setelah dipilah mana yang urgen bagi masyarakat, silahkan disisipkan pada anggaran perubahan dan pembahasan RKPD tahun 2022,” ucapnya.

Menurut Sri Sultan, masing-masing kabupaten memiliki kekayaan alam yang langka. Sleman dengan Gunung Merapi yang memicu minat dan kaingin tahuan ahli-ahli vulkanologi dunia untuk menguak misterinya selain itu karena keberadaan UGM dan UII sebagai universitas negeri dan swasta tertua di Indonesia disamping banyaknya kampus kampus yang lain.

Sedangkan Bantul selain memiliki wisata Pantai Parangtritis yang terkenal, juga punya kekayaan alam gimuk pasir di Parangkusumo sebuah fenomena alam langka yang hanya ada di Meksiko dan Indonesia.

Gunungkidul kaya dengan pesona alam dengan panorama luar biasa seperti bukit kars serta sungai dan goa bawah tanah selain keindahan pantai berpasir putih.

Sri Sultan meminta pemanfaatan potensi dan kekayaan alam daerah harus mampu meningkatkan kesejahteraan,

“Karena geopark juga membawa konsep mensejahterakan masyarakat berbasis konservasi geo heritage. Selain konservasi, diperlukan dua unsur mutlak lainnya, edukasi dan ekonomi sebagai syarat keberlanjutan status unesco global geopark,” imbuhnya.

Selain itu, kata Sri Sultan, Kawasan Gunung Sewu yang menjadi objek penelitian berbagai imu yang langka, seperti paleonologi studi fosil tentang rentang manusia, tanaman, dan hewan purba serta feleologi ilmu penyibak misteri goa, bukan hanya untuk kabupaten yang berbatasan dengan laut selatan saja,

“Saya berharap agar ketiganya mampu menetapkan budaya dagang layar, dalam arti mengambil spiritnya yakni menjadikan budaya kerja dinamis bagi para aparat maupun masyarakatnya,” harap Sri Sultan.

Dalam konteks DIY, imbuh Sri Sultan, program-program pemerintah Kabupaten nantinya lebih kepada penegakan keistimewaan DIY menuju kesehteraan rakyat yang berkualitas,

“Dengan pesan seperti itu agar para bupati dan wakil bupati cerdik mengatur skala prioritas agar program programnya bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Sri Sultan HB X.

Pelantikan Bupati dan wakil Bupati terpilih Pilkada 2020 DIY dilangsungkan dengan protokol kesehatan. Pelantikan hanya dihadiri 25 undangan meliputi pasangan bupati-wabup terpilih beserta pendamping, gubernur DIY selaku pimpinan daerah yang melantik dan tamu undangan.

Pembatasan jumlah peserta ini berdasarkan anjuran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang disampaikan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) dalam rapat online dengan daerah penyelenggara Pemilu 2020, Rabu (24/2/2021). Pelantikan juga disiarkan secara live streaming. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga