JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Islam Iran ( Kedubes Iran ) di Jakarta mengecam keras serangan rudal yang disebut menargetkan sebuah sekolah dasar di kota Minab, Provinsi Hormozgan. Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran menyebut serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 175 siswi tewas dan lebih dari 95 anak lainnya terluka.
Serangan dilaporkan terjadi di Sekolah Dasar “Shajareh Tayyebeh” saat para siswa sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kedutaan Iran menyatakan para korban merupakan anak-anak yang tidak berdosa yang tengah menempuh pendidikan.
“Kami dengan duka mendalam mengecam syahidnya 175 anak siswi yang tidak berdosa serta terluka-nya lebih dari 95 anak akibat serangan agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap wilayah Republik Islam Iran,” demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Kedubes Iran, serangan tersebut bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan melanggar hukum internasional, khususnya ketentuan yang mengatur perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata. Penargetan fasilitas pendidikan dan jatuhnya korban anak-anak dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, termasuk ketentuan dalam Konvensi Jenewa.
Dalam pernyataan itu, Iran juga menyebut serangan terjadi ketika negara tersebut tengah menempuh jalur diplomasi dan dialog untuk mencari solusi damai serta menjaga stabilitas kawasan. Karena itu, penyerangan terhadap wilayah sipil dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara serta prinsip penyelesaian damai sengketa dalam sistem internasional.
Kedutaan Iran menilai serangan terhadap sekolah dasar yang menewaskan ratusan anak tersebut berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang karena melanggar prinsip pembedaan antara sasaran militer dan nonmiliter.
Pernyataan itu juga menyinggung sejumlah peristiwa tragis yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk penembakan pesawat penumpang Iran oleh kapal perang Amerika Serikat pada 1988 yang menewaskan 290 orang. Insiden tersebut dikenal sebagai Iran Air Flight 655 shootdown.
Selain itu, Kedutaan Iran juga menyinggung serangan berulang Israel terhadap kawasan permukiman di Gaza Strip yang menurut mereka kerap menimbulkan korban warga sipil, termasuk anak-anak.
Melalui pernyataan tersebut, Kedutaan Besar Iran menyerukan kepada komunitas internasional, organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia, serta organisasi perlindungan anak agar tidak berdiam diri terhadap tragedi tersebut. Mereka meminta pengungkapan fakta secara transparan, penuntutan terhadap pihak yang bertanggung jawab, serta langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Kedutaan Besar Iran di Jakarta juga menggelar acara doa bersama dan peringatan untuk mengenang 175 siswi yang disebut tewas dalam serangan tersebut. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Duta Besar Iran pada Sabtu (14/3/2026) itu turut dihadiri anak-anak Indonesia.
Kedutaan Iran menyebut kehadiran anak-anak Indonesia dalam acara tersebut sebagai simbol solidaritas kemanusiaan dan empati terhadap para korban.
“Kehadiran anak-anak dari berbagai bangsa dalam mengenang para korban merupakan suara hati nurani dunia yang menyatakan bahwa penderitaan anak-anak di mana pun adalah penderitaan seluruh umat manusia,” demikian pernyataan Kedutaan Iran.
Kedutaan Iran berharap tragedi tersebut dapat membangkitkan kesadaran dunia untuk memperkuat upaya perdamaian, keadilan, serta perlindungan terhadap anak-anak agar sekolah tidak lagi menjadi sasaran konflik bersenjata.(pr)
Redaktur: Fefin Dwi S














