News  

Rekam Jejak Didik Trisulistya, dari Pengadilan Negeri hingga Ikuti Seleksi Panitera Muda Pidana Mahkamah Agung 2026

Didik Trisulistya lolos seleksi administrasi Panitera Muda Pidana Mahkamah Agung 2026. Simak profil dan kariernya. Foto: Ist

JAKARTA – Nama Didik Trisulistya, S.H., M.H. menjadi salah satu yang mencuat dalam proses seleksi Calon Panitera Muda Pidana Mahkamah Agung Tahun 2026. Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di lingkungan peradilan, Didik meniti karier dari tingkat daerah hingga dipercaya menjalankan berbagai tugas strategis di Mahkamah Agung.

Lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 17 Maret 1968, perjalanan karier Didik dimulai dari posisi staf di Pengadilan Negeri Nganjuk pada Maret 1996. Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal sebelum ia mengembangkan karier di lingkungan peradilan.

Dalam perjalanan profesionalnya, Didik kemudian dipercaya menjadi hakim di sejumlah pengadilan negeri, antara lain Pengadilan Negeri Bulukumba dan Pengadilan Negeri Bukittinggi. Penugasan di berbagai daerah memperkaya pengalamannya dalam menangani perkara sekaligus memperkuat pemahaman mengenai dinamika penyelenggaraan peradilan di Indonesia.

Karier Didik berlanjut ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Sejak 2013, ia bertugas di lingkungan Kepaniteraan Mahkamah Agung sebagai Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam pengelolaan administrasi perkara pada tingkat kasasi serta berbagai tugas teknis yang mendukung penyelenggaraan peradilan.

Selama lebih dari 14 tahun bertugas di Mahkamah Agung, Didik juga mendapat kepercayaan menjalankan sejumlah penugasan kelembagaan, termasuk mendampingi pimpinan Mahkamah Agung dalam kegiatan koordinasi dengan berbagai lembaga negara maupun kunjungan kerja ke luar negeri.

Selain menangani administrasi perkara perdata dan perdata khusus, Didik juga memiliki pengalaman mendukung administrasi perkara pidana khusus. Ia juga aktif berbagi pengetahuan di bidang hukum, termasuk mengenai kekayaan intelektual, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan.

Ikuti Seleksi Panitera Muda Pidana Mahkamah Agung 2026

Pada 2026, Didik mengikuti seleksi Calon Panitera Muda Pidana Mahkamah Agung. Berdasarkan tahapan yang telah berlangsung, ia dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti proses seleksi berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku.

Seleksi pengisian jabatan di lingkungan Mahkamah Agung merupakan bagian dari sistem pembinaan karier aparatur peradilan yang menekankan aspek kompetensi, integritas, profesionalisme, dan rekam jejak.

Bagi Didik, kesempatan mengikuti seleksi tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas administrasi peradilan. Ia memandang pelayanan administrasi perkara yang cepat, akurat, transparan, dan akuntabel menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung terwujudnya sistem peradilan yang dipercaya masyarakat.

Meritokrasi Jadi Sorotan dalam Seleksi Jabatan Strategis

Seiring berlangsungnya seleksi Panitera Muda Pidana Mahkamah Agung, perhatian publik juga tertuju pada pentingnya penerapan prinsip meritokrasi dalam pengisian jabatan strategis di lingkungan peradilan.

Hal tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai upaya pembenahan lembaga peradilan, termasuk peningkatan kesejahteraan hakim dan penguatan tata kelola kelembagaan. Publik menaruh harapan agar setiap proses promosi maupun rotasi jabatan dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan kompetensi.

Karena itu, seluruh tahapan seleksi diharapkan mampu menunjukkan bahwa penetapan pejabat dilakukan melalui mekanisme yang profesional, sehingga tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap independensi dan integritas Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com