Bapas Kelas I Yogyakarta bersama HIMPSI DIY Kuatkan Resiliensi dan Kesehatan Mental Klien Pemasyarakatan

Bapas Kelas I Yogyakarta menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Tim Outbound Mayatika Jayaabadi untuk menggelar kegiatan bimbingan kepribadian yang interaktif dan humanis di Sekar Suli Resto, Banguntapan, Bantul. (Foto: Niken)

YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. Pada Kamis (10/9/2026), Bapas Kelas I Yogyakarta menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Tim Outbound Mayatika Jayaabadi untuk menggelar kegiatan bimbingan kepribadian yang interaktif dan humanis di Sekar Suli Resto, Banguntapan, Bantul.

Mengusung tema “Menjaga Kesehatan Mental dan Resiliensi Melalui Adaptasi dan Perubahan Berperilaku”, kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali para klien pemasyarakatan agar mampu mengelola emosi, menghadapi tantangan hidup, dan siap beradaptasi menjadi pribadi baru yang lebih positif di tengah masyarakat.

Rangkaian acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini diawali dengan khidmat melalui pembacaan doa, pengumandangan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa kian erat saat Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi di hadapan para pejabat, pegawai Bapas, serta sepuluh klien pemasyarakatan yang menjadi peserta fokus pada sesi ini.

Sesi inti dimulai dengan paparan psikoedukasi yang mengunggah semangat dari psikolog HIMPSI DIY, Dhea Abidah H., bertajuk “Bangkit! Jadi Pribadi Baru Yang Lebih Kuat dan Adaptif”. Dalam sesi tersebut, para peserta diajak untuk mengenali potensi diri, meruntuhkan stigma negatif pada diri sendiri, serta memeluk perubahan perilaku sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.

Tidak berhenti pada pemaparan teori, suasana berubah semakin interaktif saat sesi konseling kelompok yang dipandu oleh psikolog Salsabila Wahyu Almira. Dalam sesi ini, para klien diberikan ruang aman untuk saling berbagi cerita, mendengarkan, dan saling menguatkan satu sama lain. Bagi peserta yang membutuhkan pendampingan lebih mendalam, Dhea Abidah juga memberikan layanan konseling pribadi secara langsung untuk menggali permasalahan spesifik serta solusi yang relevan bagi tiap individu.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan pondasi utama dalam proses pembimbingan kepribadian. Menurutnya, perubahan perilaku yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika seseorang memiliki resiliensi atau ketahanan mental yang kokoh.

“Melalui kolaborasi bersama HIMPSI DIY ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh Klien Pemasyarakatan mendapatkan pendampingan psikologis yang tepat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas pembimbingan biasa, tetapi mampu menyentuh kesadaran paling dalam dari para klien untuk bangkit, beradaptasi, dan siap kembali berkontribusi positif bagi keluarga serta lingkungan masyarakat,” ujar Galih.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama untuk mengukur efektivitas intervensi psikologis yang telah diberikan. Melalui pendekatan yang inovatif dan berbasis pemulihan mental ini, Bapas Kelas I Yogyakarta membuktikan komitmennya dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan demi mewujudkan proses pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan dan masa depan yang lebih baik.***

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com