Mobil Hummer Made In Lereng Merapi

SLEMAN – Inovasi anak negeri di bidang otomotif semakin berkembang. Pasca diciptakannya Mobil Tuxuci yang mewah karya orang Jogja, kini giliran putra lereng merapi menunjukkan karyanya, berupa mobil ‘Hummer Van Merapi’. Siapa pencipta mobil petualang mewah yang pernah tenar di Amerika Itu? Dialah Sony Laksana Muhammad (39) warga Jamblangan Pulowatu, Purwobinangun Pakem Sleman.

Berbekal niat yang didukung bakatnya yang sudah lama terasah, Sony mengawali ciptaannya dengan mengubah mobil biasa menjadi mobil sejrnis “Hummer”, produkan USA yang harganya selangit itu.

“Dengan biaya yang minim tapi bisa membuat mobil mewah. Kiranya itu yang ingin saya buktikan, dan kita masyarakat Indonesia pasti bisa,” kata Sony.

Mobil yang ia sulap menjadi Hummer itu dirancang dengan mempertimbangkan mesin dan body yang tahan terhadap medan sulit. Sebab, mobil  berbody kokoh itu identik dengan penggila Offroad. Produksi mobil semacam itu, menurutnya kerap diproduksi untuk kepetingan perang oleh militer. Sony bersama tiga karyawannya merancang dan membangun body Hummer dengan ukuran lebar 2,13 meter dan panjang hampir 5 meter. Bahan dasarnya sendiri diciptakan dari rangka baja dan body menggunakan galvanis (besi campur baja,red).

“Kendaraan Tempur” made in Sony itu memanfaatkan mesin V8 (8 silinder) small block 350 cu (cubic inch). Sementara untuk transmisinya mengunakan TH (turbo hydro) 400 plus transfer case 4×4.

“Untuk gardan depan dan belakang 60-70 merek Dana dari Amerika, biasanya dipakai kendaraan Big Foot,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pada roda mobil, velgnya menggunakan ring 20 inci. Untuk ban digunakan ban kontinental ring 20×12,5 inci. Sementara pada body, menggunakan galvanis 1,2 mili dan 1,1 milimeter, padahal untuk mobil produksi  Jepang hanya menggunakan galvanis 0,8 milimeter saja. Untuk sasisnya digunakan C10 milik Chevrolet atau menggunakan sasis J20 milik Jeep, kapasitas tangki bensin 100 liter.

“Untuk per, saya gunakan per keong ulir depan dan belakang. Itu masih ditambah dengan stabilizer depan dan belakang,” ujar Sony.

Aksesoris mobil pun tak main-main. Dari  lampu tengkorak, lampu rem, starter, speedometer dan beberapa hendle semuanya asli diambil dari Kanada. Sedangkan untuk jok tempat duduk, tergantung pemesan yang sering berubah-ubah keputusan memilih seiring dengan pembuatan mobil yang memakan waktu 6 bulan itu.

Pada sisi pengecatan mobil, alumnus Ilmu Pertambangan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jogjakarta itu menggunakan Spies Hacker buatan Jerman tetapi sudah dijual di Indonesia. Jika ada yang ingin menggunkan cat ber fosfor bisa digunkan cat merek Alsa dari Amerika dan masih impor.

Sementara urusan harga, ia tak bisa menentukan. Sebab, semuanya tergantung permintaan pemesan.  Namun dari enam “Hummer” yang pernah ia buat, harganya hanya Rp 260 juta hingga Rp 600 juta saja, jauh lebih murah dengan mobil Hummer asli yang mencapai miliaran rupiah.

Dengan mesin V8 produksi Chevrolet, berarti mesin itu setara dengan Horse power mobile (HPM)  250-270 (tenaga kuda). Torsinya  mendekati 300 pond per fit. Mesin itu sama dengan 5.735 CC.

“Kami menjamin, BPKB, STNK komplit dan diurus resmi, tidak ada masalah,” kata dia.

Ia mengaku, jika ada pemesan “Hummer” produksinya dan semuanya asli dari negeri Paman Sam biayanya tidak sampai Rp 1 miliar, meski harga Hammer aslinya seharga Rp 12 miliar. (rud/rw)

 

Redaktur: Aristianto Zamzami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.