Makam Pandanaran Ramai Pengunjung

KLATEN – Selain memiliki wisata alam dan buatan, Kabupaten Klaten juga kaya akan tempat wisata sejarah. Salah satunya adalah lokasi wisata ziarah Makam Sunan Pandanaran yang ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah.

Makam Sunan Pandanaran terletak di Desa Paseban Kecamatan Bayat, tepatnya 15 kilometer sebelah tenggara dari pusat Kota Klaten. Makam ini memiliki banyak sebutan, antara lain Makam Sunan Pandan Arang, Sunan Bayat atau Sunan Tembayat.

Dari segi fisiknya, kompleks makam memiliki gapura dengan arsitektur ciri khas zaman Kerajaan Majapahit. Melihat angka yang ada di pintu masuk Gapura Sagara Muncar, bangunan tersebut didirikan pada Tahun 1448 Saka.

“Selain Gapura Sagara Muncar, ada lima gapura lain yaitu Gapura Dhudha, Gapura Pangrantuan, Gapura Panemut, Gapura Pamuncar, dan Gapura Bale Kencur. 

Seluruh Gapura ini, jika diurutkan dari awal menunjukkan tingkatan terendah menuju tingkatan atas yang berada semakin dekat dengan makam,” ungkap Widodo, koordinator juru kunci makam.

Widodo menambahkan, untuk mencapai makam yang berada di perbukitan gunung Jabalkat tersebut, pengunjung harus melalui sekitar 250 anak tangga. Di kanan dan kiri anak tangga terdapat penjual yang menjajakan berbagai dagangan tradisional. Seperti batik, gerabah serta sajian kuliner khas Bayat.

“Makam yang berada pada ketinggian, membuat suasana sangat hikmat dan tenang. Saya biasa ke sini pada Kamis malam untuk melakukan ziarah dan melakukan tirakatan di lingkungan makam,” urai seorang pengunjung makam, Wira(37) warga Kemalang Klaten.

Selain pengunjung lokal, banyak peziarah yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, Yogyakarta maupun Jawa Timur. Ada juga peziarah dari luar Jawa seperti Lampung, Palembang dan Pontianak.

“Hampir semua tujuan pengunjung adalah untuk  berziarah dan tirakat,” papar seorang pedagang batik yang memiliki los di areal parkiran makam, Nanang(39).

 

Redaktur: Azwar Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.