Caleg ‘Raksasa’ Tingkatkan Kualitas Demokrasi di Yogyakarta?

YOGYAKARTA – Daerah Pemilihan wilayah Yogyakarta dihuni para Calon Legislative (Caleg) ‘raksasa’ (besar, red)dalam Pemilihan legislative (Pileg) 2014 ini. Persaingan para caleg-caleg dari kalangan pejabat, keluarga pejabat dan tokoh-tokoh nasional tersebut, selain dinilai sebagai bukti istimewanya Yogyakarta dengan segudang tokoh hebatnya, juga dinilai sebagai kemajuan proses demokratisasi masyarakat.

Para Caleg rasasa yang akan memperebutkan kursi di senayan (DPR RI) tersebut diantaranya, Siti Hediati Soeharto (Golkar), Idham Samawi (PDIP), Hanafi Rais (PAN), Suhardi (Gerindra), Roy Suryo (Demokrat) dan Subardi (NasDem). Kesemuanya menyandang nomor urut 1 di masing-masing partainya. Caleg-caleg tersebut, menurut pantauan jogjakartanews.com cukup dikenal ketokohannya oleh masyarakat pemilih di DIY.

Natal dan Tahun Baru

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Negeri Sunan Kalijaga (UIN), Masroer, M.Si, dengan munculnya caleg-caleg bintang tersebut sesungguhnya masyarakat Yogyakarta bisa semakin obyektif dalam menentukan pilihan wakil rakyat di DPR RI.

“Mereka-mereka ini kan sudah terlihat, paling tidak dari sisi popularitas dan elektabilitas, karena tokoh-tokoh yang sudah lama muncul di publik. Mereka juga dikenal memiliki modal sosial dan modal capital yang mumpuni, dan itu kan memang modal politik yang harus dimiliki Caleg,” kata dosen sosiologi agama UIN ini.

Lebih lanjut Kandidat Doktor di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Solo Tigo ini mengatakan, jika caleg-caleg besar itu membantu caleg-caleg yang kecil itu akan lebih baik. Bantuan tersebut, kata Masroer, lebih kepada transfer program yang tentunya mengusung nilai-nilai untuk memperbaiki kondisi masyarakat agar lebih baik.

“Saya kira masing-masing partai punya idelogi, dan masing-masing caleg besar itu punya idealisme. Asal tidak menggunakan cara-cara yang inkonstitusional, sebenarnya kehadiran mereka bisa membawa angina segar demokrasi di Yogyakarta khususnya,” pungkas Masroer. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *