Bawaslu RI Sebut, Problema Pilpres Merambah Ranah Non-Teknis

YOGYAKARTA – Badan Pengawasan Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) menyatakan, problema Pilpres 2014 tidak hanya masuk pada ranah teknis melainkan sudah banyak merambah ke masalah nonteknis. Bahkan Pilpres 2014 dinilai sudah kehilangan nilai etik dan moral baik oleh peserta Pemilu maupun pemilihnya.

Kepala Bawaslu RI, Nasrullah mengategorikan problema nonteknis tersebut, ke dalam tiga aspek besar yakni, integritas, profesionalitas, dan netralitas. “Ketiga problem ini yang muncul dan itu menjadi tugas kita bersama,” ujarnya dalam Rapat Stake Holder Pengawasan Pemilu 2014.

Nasrullah menambahkan, pelanggaran non-teknis tersebut juga di antaranya mencakup pelanggaran unsur SARA. Kampanye-kampanye yang dilakukan oleh masing-masing pihak jauh dari substansi Pemilu itu sendiri.

“Di beberapa daerah, isu SARA dilemparkan kepada publik. Sehingga ketakutannya perpecahan justeru yang terjadi,” ujarnya, Sabtu (21/6/2014).

Akan tetapi, kata Nasrullah hal itu tidak terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari catatan Bawaslu RI, DIY mengantongi proses Pemilu paling bersih di antara provinsi-provinsi yang ada di Indoensia. “Harapannya masyarakat bisa meniru desain Pemilu di Yogyakarta yang tetap mengedapankan aspek jujur, adil, dan bebas,” pungkasnya. (war)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.