Berikut Hasil Rekomendasi dari para Stakeholder Pilpres 2014

YOGYAKARTA – Seiring gegap gempita Pilpres 2014 yang memanas, Badan Pengawasan Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) membentuk stakeholder khusus dalam Rakor Stakeholder Pengawasan Pilpres 2014, Sabtu-Senin (21-23/6/2014). Stakeholder yang terdiri dari tokoh politik, tokoh keagamaan, tokoh pemuda, dan media massa mengghasilkan beberapa rekomendasi untuk mengawal Pilpres biar bersih dan adil.

Rekomendasi tersebut di antaranya, aparat kepolisian hendaknya menindaktegas perkara money politic atau yang familiar dikenal Nomor Piro Wani Piro (NPWP). Selain itu, pemerintah harus tanggap terhadap munculnya Isu SARA dalam Pilpres 2014.

Rekomendasi berikutnya yakni, pengawasan terhadap kemungkinan manipulasi suara serta black campaign yang membuat iklim Pilpres 2014 ini terasa panas. Selain itu, stakeholder juga mengecam aksi kampanye berlebihan melalui media massa dan media sosial. Media sebagai sarana umum hendaknya bersikap netral.

Kemudian, stakeholder juga meminta kepada seluruh partai politik untuk benar-benar mematuhi hari tenang berkampanye. Menurut stakeholder banyak partai yang melanggar ketentuan hari tenang untuk tetap berkampanye. Selain itu, stakeholder juga mengimbau untuk menindak keras kasus intimidasi atau pemaksaan kehendak, dalam memilih.

Beberapa hal lain yang direkomendasikan stakeholder di antaranya terkait netralitas TNI dan PNS serta pnegetatan pengawasan terhadap adanya kemungkinan penyalahgunaan fasilitas Negara untuk berkampanye.

Komisioner Bawaslu Republik Indonesia, Endang Werdiningtyas mengatakan, apa yang direkomendasikan oleh stakeholder pengawasan Pilpres 2014 harus ditaati sebagai keputusan bersama. Menurutnya, stakeholder merupakan perwakilan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Pilpres yang bersih, berintegritas, dan damai berdasarkan aspek non teknis Pemilu.

“Rekomendasinya sangat detil sekali, dan saya berharap kita sebagai peserta Pemilu untuk turut andi mengawasi terslenggaranya pesta akbar demokrasi tersebut,” ujarnya, Minggu malam (22/6/2014) di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. (war)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.