Sampaikan Visi Misi di Kampus, Bawaslu DIY akan Panggil Hatta Rajasa

YOGYAKARTA – Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu-DIY) mengindikasikan adanya pelanggaran kampanye terselubung yang dilakukan calon wakil presiden Hatta Rajasa pada kamis (25/06/2014) malam di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Diketahui, Hatta hadir di UMY (Universitas Muhamadiyah Yogyakarta) dalam kapasitas tamu undangan Pengajian dan Dzikir akbar yang digelar UMY bersama ratusan mahasiswa. Namun pada acara itu Cawapres Hatta Rajasa justru memanfaatkan momen dengan menyatakan visi-misinya di hadapan ratusan mahasiswa bahkan Hatta juga mengajak para mahasiswa untuk mencoblos nomor urut satu.

Terkait hal it, Komisioner bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih mengatakan, akan memanggil sejumlah timses pasangan Prabowo-Hatta prihal dugaan kampanye terselubung yang dilakukan Cawapres Hatta Rajasa di UMY.

“Kami akan memanggil sejumlah nama dan tokoh untuk dimintai keterangan soal dugaan kampanye Hatta di lingkungan kampus”

Sejumlah tokoh yang dimaksud adalah Amin Rais, Heri Zudianto, Hanafi Rais dan Calon Presiden Hatta Rajasa.

“Kami akan periksa sejumlah tokoh tersebut pada Sabtu-Minggu (28-29/06/2014) mendatang di Kantor Bawaslu DIY,” jelas Komisioner Bawaslu DIY Kamis (26/06/2014).

Ia mengatakan jika benar itu dilakuakan tentunya sebagai cawapres telah melanggar aturan yang telah ditetapkan dan tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat.

Sebelumnya pihak kampus UMY juga menurutnya sudah memberikan surat resmi kepada Bawaslu DIY soal pengajian dan dzikir yang digelar dan dihadiri Hatta Rajasa itu tanpa ada unsur kampanye namun nyatanya pengajian tersebut justru dimanfaatkan oleh hatta untuk menyatakan visi-misi dan ajakan memilih dihadapan ratusan mahasiswa.

“Kampus sebelum acara sudah kirim surat ke Bawaslu, dalam surat itu juga menyatakan bahwa ini murni pengajian”Jelas Komisioner yang biasa dipanggil Cici.

Bawaslu juga akan memanggil pihak pengelola spotarium Universitas Muhamadiya Yogyakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas dugaan kampanye terselubung. (war)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.