Subandi: Justru Kubu Jokowi-JK yang Tidak Legowo

YOGYAKARTA – Pasca Calon Presiden Nomor 1, Prabowo Subianto memberi pernyataan sikap menarik diri dari penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menolak hasil yang dijadwalkan akan ditetapkan pada pukul 16.00 nanti, pendukung Prabowo-Hatta di Sleman, DIY langsung menyatakan dukungan keputusan Capresnya tersebut.

Meski demikian, pendukung yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih Sleman membantah jika dikatakan tidak legowo.

“Justru yang tidak legowo, tidak siap kalah adalah mereka yang melakukan kecurangan dan menghalalkan berbagai cara untuk menang. Cara-cara tidak sehat semacam itu juga yang merusak demokrasi,” tandas Ketua Hukum dan Advokasi Koalisi Merah Putih, Sleman, Subandi Kusuma, SH kepada jogjakartanews.com, Selasa (22/07/2014).

Subandi menegaskan jika pihaknya menerima keputusan yang tidak adil dari KPU, maka sama saja mengkhianati mandat rakyat yang telah memberikan suaranya kepada Prabowo-Hatta.

“Kami menolak apapun keputusan KPU karena kami memperjuangkan hak rakyat. Ini yang dizalimi sesungguhnya bukan hanya Prabowo-Hatta tapi seluruh rakyat Indonesia karena diajari cara berdemokrasi yang curang,” tukas anggota DPRD Sleman terpilih dari Partai Gerindra ini.

Mengutip pernyataan Prabowo dalam pidatonya, bahwa KPU dinilai tidak adil karena membiarkan kecurangan-kecurangan yang terjadi di banyak daerah. KPU mengingkari peraturan yang telah dibuatnya sendiri.

Rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar ada pemilihan ulang karena menemukan berbagai kecurangan di beberapa daerah, tidak diindahkan KPU.

Dikatakan Subandi, dari data Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, kecurangan itu diantaranya di Jawa Timur terdapat 55.800 suara di lebih 2000 TPS yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kemudian di Jawa tengah sebanyak 46.589 orang dalam daftar pemilih tambahan, 8.609 orang dalam daftar pemilih khusus, dan 156.798 orang dalam daftar pemilih khusus tambahan.

Di DKI Jakarta juga ditemukan 5.801 TPS yang bermasalah yang oleh Bawaslu direkomendasikan untuk dikroscek, namun oleh KPU DKI Jakarta laporan tersebut diabaikan.

Meski demikian, Anggota DPRD Sleman yang didukung sekitar 18.000 suara dalam Pileg yang lalu ini mengaskan, pihaknya tetap akan menjaga suasana yang kondusif, aman, dan nyaman.

“Kami pendukung Prabowo-Hatta tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang memicu timbulnya kerawanan sosial atau memecah belah persatuan bangsa. Kami akan tetap menjaga situasi aman dan damai. Kami akan memperjuangkan hak rakyat yang dimainkan sistem yang dibuat KPU ini dengan konstitusional,” pungkasnya. (yud)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.