Selamatkan Bukti Sejarah, BPAD DIY Gagas Digitalisasi Arsip

YOGYAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub)  DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam  (PA) IX menyambut baik gagasan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY untuk melakukan digitalisasi arsip untuk menyelamatkan bukti sejarah bangsa.

“Penyelamatan arsip ini penting karena arsip merupakan simpul pemersatu bangsa,” tutur PA IX melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda DIY, Drs. GBPH Yudaningrat, MM,  dalam Seminar bertema ‘Khasanah Arsip Yogyakarta di Masa Thomas Stamford Raffles’, di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Kamis (20/11/2014).

Dikatakan Wagub, Arsip merupakan identitas kolektif bangsa yang akan bercerita kepada generasi mendatang mengenai apa yang sudah dilakukan dalam perjalanan bangsa, juga sebagai perekam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

“Dunia tanpa arsip sama dengan dunia tanpa ingatan, tanpa kebudayaan, tanpa hak-hak yang sah, tanpa pengertian akan akar sejarah, tanpa ilmu serta tanpa identitas kolektif,” tutur Wagub sebagaimana keterangan resmi yang dirilis situs resmi Pemda DIY.

Sementara itu, Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo, SH, MM, mengatakan latar belakang seminar ini adalah untuk mengetahui arsip Yogyakarta yang tersimpan di Inggris serta bagaimana pengolahannya atau perawatannya sehingga arsip yang sudah berusia ratusan tahun tetap dalam kondisi bagus.

“Undang-Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan mengamanatkan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam hal ini, BPAD DIY mempunyai tugas menyelenggarakan akuisisi dan pelestarian arsip statis,” katanya. 

Akuisisi, kata dia,  dimaksudkan untuk menyelamatkan arsip statis yang tujuannya untuk menambah khasanah arsip statis yang terkait dengan Yogyakarta yang masih tersebar di berbagai tempat.

Menurut Budi, kegiatan akuisisi dilakukan dengan dua cara yaitu penarikan arsip statis dan reproduksi dengan cara mengkopi/scanning arsip tersebut. Selama tahun 2014, kata Budi, BPAD DIY telah melakukan beberapa akuisisi yaitu arsip lembaga pengairan jaman Hindia Belanda, arsip seniman, arsip pemilu 2004 dan 2009, arsip museum, serta arsip yang berada di Belanda dan Inggris,

“Seperti register nilai rapor GRM. Dorodjatoen di HBS Harlem, otentifikasi arsip GRM. Dorodjatoen dari Leiden Universiteit Blibiotheek dan Noord Holland Archief, Serat Jaya Lengkara Wulang, Serat Sela Rasa, dan Serat Damar Wulan,” ungkapnya.

Sebelum seminar dimulai, dilakukan penyerahan buku dari British Library berjudul “Indonesian Manuscript in Great Britain” kepada Pemda DIY  yang diwakili GBPH Yudaningrat dari Annabel Teh sebagai perwakilan British Library. 

Sebagai narasumber dalam seminar adalah Kepala BPAD DIY dengan materi “Penelusuran Arsip di Luar Negeri”. Kemudian, Emeritus Fellow Trinity College Oxford, Prof. Dr. Peter Carey, Ph.D yang juga dikenal dengan sejarawan yang menulis  kisah perjuangan Pangeran Diponegoro. Ia menyampaikan materi “Pentingnya Arsip Kraton Yogya Sebagai Sumber Sejarah untuk Peneliti Abad ke-18 dan ke-19”. Selanjutnya Lead Curator dari British Library, Dr. Annabel Teh Gallop dengan materi “Preservasi dan Akses untuk Arsip dan Naskah di Perpustakaan Nasional Inggris”.

Seminar diikuti 150 peserta, yang terdiri dari Penghageng Tepas Karaton Yogyakarta, Penghageng Tepas Puro Pakualaman, SKPD Pemda DIY, pejabat struktural kearsipan se-DIY, pejabat fungsional arsiparis se-DIY, serta dosen dan mahasiswa sejarah dan kearsipan di DIY.  (pr/humas pemda diy)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.