Senior Nyatakan “Bubarkan Golkar”, Golongan Muda Usulkan MUNASLUB Istimewa

JAKARTA – Pernyataan sejumlah senior elit Partai Golkar yang bersikeras jika tetap deadlock maka partai bubar, disayangkan kalangan muda Golkar.

Menurut Kaukus Muda Golkar, Djafar Ruliansyah, SH, M.Hum, pernyataan beberapa  senior di sejumlah media sosial (medsos) dan media massa tersebut, adalah preseden buruk.

“Tidak sepantasnya sekelas para senior sampai mengeluarkan kata-kata seperti itu. Itu  berbahaya sekali,sebab diluar sana banyak segelintir orang yang suka agar Golkar ini bubar sehingga NKRI dan Pancasila dapat di obrak-abrik,” kata Djafar kepada jogjakartanews.com, Minggu (28/12/2004) siang.

Menurut Jafar, jalan damai sebenarnya persoalan sepele untuk Golkar yaitu Rekonsiliasi, mengutamakan jalur Islah dengan melakukan “Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) Istimewa Partai Golkar ke IX” kembali. Namun Jafar menekankan hal itu harus dengan kesepakatan bersama sebelum forum pengambilan keputusan tertinggi di Ad/art itu,dengan point-point yang tidak saling merugikan antar kedua kubu bersengketa.

“Dan bisa juga dalam hal untuk munaslub istimewa itu di-inisiator oleh Kader-kader muda Partai Golkar,dengan mendudukkan kedua kubu dan memberikan point-point utama jalan tengah terbaik serta kader-kader muda partai golkar mengambil alih kepanitiaan untuk sebagai SC dan OC dengann menempatkan kedua kubu sebagai penanggung jawab Munaslub Istimewa memilih Ketua Umum yang baru secara damai,” tukasnya.

“Jadi janganlah sampai mengeluarkan kata-kata untuk membubarkan Golkar, karena perjuangan utama Golkar yang telah berdarah-darah adalah menjaga Pancasila dan NKRI dari dampak bahaya bahasa latin komunisme,” sambungnya.

Menurutnya, akan ada jalan keluar terbaik untuk Golkar jika munaslub Istimewa digelar. Sebab, kata dia, di usianya yang sudah 50 tahun seharusnya  para senior untuk memikirkan  bahwa konflik ini terjadi dengan mengorbankan para kader-kader Muda yang akan melanjutkan Estafet Kepemimpinan Selanjutnya, baik di tingkat pusat dan daerah.

Bahkan, menurutnya, konflik tersebut telah mengorbankan para Pendukung dan simpatisan arus bawah yang loyalitasnya telah terbina selama 50 tahun.

“Jika tetap tidak ada upaya Perdamaian dari kedua kubu maka relakan dan ikhlaskanlah untuk para kader-kader muda untuk mengurus partai Golkar ini,” tandasnya.

Dijelaskan Jafar, dalam kacamata politik untuk menghadapi pemilu 2019 Partai Sekelas Golkar butuh serius untuk Regenerasi Kepengurusan.

“Sebab, jumlah pemilih akan datang mayoritas konstituen adalah  pemilih Pemula serta kaum Perempuan, sehingga  figur calon pemimpin dari kaum muda lebih memiliki kesempatan untuk dipilih,” pungkasnya. (pr/lia)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.