75% Pengurus PDIP Ingin Jokowi Ketum Agar Leluasa Menjalankan Pemerintahan

JAKARTA – Menurut hasil survei dan riset intelejen, hampir 75% Pengurus PDIP memginginkan Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjabat Presiden RI, menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggantikan Mega Wati Soekarno Putri yang merupakan trah Soekarno.

“Demikian juga pengamat politik hampir rata-rata berpendapat jika Jokowi ingin pemerintahannya berjalan lancar tanpa rongrongan dari Ketum PDIP maka Jokowi harus pimpin PDIP. Dengan PDIP dipimpin oleh Jokowi maka komunikasi politik antar partai diparlemen akan berjalan kondusif dan seluruh program pemerintahan Jokowi akan berjalan mulus,” kata Direktur Eksekutive Indonesia Development Monitoring (IDM), Fahmi Hafel, dalam keterangan pernya, Senin (26/01/2014).

Selain itu, menurut Fahmi, banyak kalangan pengamat politik menyarankan agar nantinya ketika Jokowi memimpin PDIP, hendaknya memilik Sekjen dari mantan (pensiunan) TNI yang aktif di PDIP. Menurutnya hal ini seperti Golkar ketika diambil oleh JK tahun 2005.

Dukatakan Fahmi, jika Jokowi memeimpin PDIP maka tokoh-tokoh yang akan ditempatkan oleh Jokowi pada posisi strategis bisa berjalan  sesuai dengan cara Jokowi melakukan staffing ketika memimpin Jakarta .

“Jika PDIP tetap dipimpin Megawati maka dalam pemerintahan yang sekarang ini terkesan  Jokowi tidak leluasa membuat kebijakan kebijakan yang strategis,” tukasnya.

Di sisi lain, menurut Fahmi, Dengan memimpin PDIP Jokowi juga bisa melepas dan membendung tekanan-tekanan dari pimpinan patai Koalisi Indonesia Hebat (KIH), terutama Surya Paloh (NasDem), dalam mengambil keputusan dalam pemerintahannya.

“Apalagi jika Golkar kemudian bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi maka pemerintahan Jokowi akan semakin kuat,” pungkasnya. (pr)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.