Terkait Blok Mahakam, EWI Minta Pemerintah Segera Tentukan Sikap

JAKARTA – Berlarut larutnya ketidakjelasan sikap pemerintah terkait pengambil alihan Blok Mahakam dari Total EP dan Inpex Jepang menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat yang cinta bangsa ini berdaulat dan mandiri sektor energinya, menimbulkan keresahan masyarakat kaltim dan berpotensi menimbulkan kemarahan rakyat atas sikap tidak jelas dari pemerintah. Hal itu sebagaimana diungkapkan aktifis Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahea kepada jogjakartanews.com, Kamis (19/03/2015).

“Ada apa ini dengan pemerintah? kenapa begitu sulit menentukan sikap? apakah pemerintah ini sudah makan suap dari Total dan Inpex? atau sebegitu besarnya kah intervensi para mafia migas menekan antek-anteknya di kabinet sehingga berlarut-larut dalam menentukan sikap?” sindir Ferdinan sambil mencoba mengkritisi

Dalam hal ini, EWI mendesak dan mengultimatum pemerintah segera memutuskan sikap. “Rakyat Indonesia saya yakin menginginkan blok mahakam dikelola oleh pertamina seluruhnya dengan mengajak pemda sebagai Golden Share bagi pemda, diluar itu tidak boleh diikutkan lg. Total dan Inpex sudah untung ratusan trilliun dari mahakam, sekarang saatnya mereka hengkang dari mahakam,” serunya.

Lebih lanjut ia menduga ketodaljelasan sikap pemerintah tersebut oleh karena mengulur-ulur waktu sehingga sampai pada titik kritis dan ujungnya dengan alasan kesinambungan produksi, kontrak diperpanjang dan hanya menyerahkan saham 51% pada pertamina. “Ini akal-akalan namanya, Mahakam jangan jadi makam bagi Trisakti dan Nawa Cita. sikap tegas Jokowi dituntut dalam hal ini. Jika darah Jokowi masih merah putih, maka segera putuskan Pertamina 100% ambil alih blok mahakam.” tegasnya. (pr)

Redaktur: Herman Wahyudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.