Apapun Alasannya, Impor Beras Bukti Pemerintahan Jokowi Plin Plan

YOGYAKARTA – Setelah sebelumnya sempat gembar-gembor tidak akan mengimpor beras, pemerintah dengan alasan menjaga stok dan stabilitas harga pada bulan Ramadhan akhirnya akan membuka kran impor. Hal itu seperti diutarakan Mentri-Mentri jokowi bebapa waktu yang lalu. Padahal sebelumnya Jokowi mengaku malu Indonesia yang negara agararis masih mengimpor beras.

“Apapun alasannya, ini bukti pemerintahan Jokowi memang plin-plan. Bukti juga bahwa kualitas mereka tidak sesuai untuk jabatan tersebut, analisanya lemah, sehingga mudah berbicara tapi susah dipraktekkan, sama seperti Presidennya,” singgung Aktifis Rezim Watch, Ubadillah kepada Jogjakartanews.com, Jum’at (08/05/2015).

Menurut Ubai, seharusnya pemerintah komitmen terhadap apa yang sudah disampaikan kepada rakyat bahwa Indonesia tidak akan mengimpor beras dan berusaha untuk swasembada. “Untuk swasembada memang butuh waktu, tapi membuka kran impor terlalu cepat padahal baru beberapa bulan bilang tidak mau impor itu bukti ketidakmampuan pemerintah,” katanya.

Sebagai negara yang agraris dengan ribuan hektar sawah terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memang sudah selayaknya swasembada pangan dan bahkan menjadi negara pengekspor beras ke negara-negara lain. Indonesia, menurut Ubai memang harus malu pada negara kecil (bila dibandingkan dengan Indonesia) seperti Vietnam yang mampu menjadi eksportir beras terbesar di Asia Tenggara. “Kalau Jokowi dulu bilang malu, ya harus malu, sekarang kok mau ngimpor lagi, itu malu-maluin namanya,” tegasnya

Ia juga menyarankan agar pemerintah tak mudah memberikan pernyataan-pernyataan yang pada akhirnya tidak bisa dilakukan. Sebab hal itu hanya akan membuat citra pemerintahan semakin buruk dimata rakyat. “Terlalu sering buat pernyataan yang pada akhirnya ‘dijilat’ lagi hanya akan membuat citra pemerintah dimata rakyatnya semakin buruk,” paparnya. (Bah)

Redaktur: Herman Wahyudi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *