Ekonomi Lesu, Daya Beli Masyarakat Menurun

JAKARTA – Tingginya harga BBM pasca dicabut dari subsidi, melambungnya harga sembako, naiknya ongkos transportasi, mahal dan susahnya gas melon, belakangan membuat laju ekonomi di Indonesia kian lesu. Daya beli masyarakat semakin melemah akibat labilnya situasi ekonomi selama pemerintahan dikomando Jokowi-JK. Situasi ini ternyata juga diakui ketua DPR, Setya Novanto.

Selama masa reses ketiga DPR, Setya Novanto mengaku mendengar banyak keluhan dari masyarakat tentang sulitnya kondisi ekonomi masyarakat saat ini akibat terus melambungnya harga-harga kebutuhan pokok. “DPR Mendengar keluhan dari masyarakat mengenai naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunnya daya beli masyarakat serta adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini,” kata Setya Novanto saat membuka masa sidang IV DPR RI Masa Sidang 2014/2015 pada Senin (18/05/2015).

Karena itu, ia menegaskan kepada pemerintah agar situasi tersebut segera ditangani dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Kader partai Golkar itu juga mengingatkan agar pemerintah selalu menyiapkan antisipasi terhadap segala dampak dari kebijakan ekonomi pemerintah dan merepon dengan cepat masalah yang selama ini sudah dialami oleh masyarakat.

“Apabila Pemerintah tidak merespon dengan cepat, kemungkinan besar sulit untuk mengembalikan performa atau kinerja ekonomi yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Setya seolah membandingkan dengan kinerja ekonomi presiden sebelumnya. (Bah)

Redaktur: Herman Wahyudi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.