Puan Maharani Disebut Layak Di-Reshuffle, Beranikah Jokowi?

JAKARTA – Isu reshuflle kabinet menjadi topik perbincangan politik yang menghangat. Sejumlah nama Mentri lantas dikait-kaitkan dengan isu Resufle seperti halnya Mentri ESDM yang mendapatkan sorotan publik karena kebijakan-kebijakannya yang dinilai pro asing. Namun tahukah, ternyata Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani merupakan salah satu sosok yang diinginkan untuk di-reshuflle.

Hal itu sebagaimana diungkap dalam survei Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI). Puan diinginkan untuk di-reshuffle oleh responden dari kalangan profesional yang bekerja di kawasan Sudirman, Kuningan, dan Thamrin, Jakarta karena dinilai selama ia menjabat tidak pernah melakukan terobosan apapapun. Padahal, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu merupakan Menko yang membawahi sejumlah kementrian.

“Di bidang pembangunan manusia, 59,6 persen responden menginginkan Puan di re-shuffle. Puan tidak disukai karena tidak ada terobosan dan kebijakan selama dia jadi Mentri. padahal dia Menko,” kata juru bicara KedaiKOPI, Hendri Satrio dalam press conference di Jakarta, Minggu (21/06/2015).

Hasil survei dari KedaiKOPI yang menyebut Puan layak di reshuffle tentu menjadi perhatian. Sebab secara hitungan-hitungan politik, rasanya sulit bila Putri Megawati, orang nomor satu di PDIP itu di reshuffle dalam kabinet kerja Jokowi. Apalagi, selama ini presiden Jokowi dianggap sebagai presiden yang tunduk dan patuh terhadap sosok Megawati. 

Tetapi jika Jokowi sampai berani mencopot Puan, Hendri menilai citra Jokowi bakal naik. “Kalau Puan di-reshuffle, citra Jokowi itu naik loh,” pungkasnya.

Tetapi ia menyangsikan presiden Jokowi bakal berani mereshuffle Puan jika melihat posisi Jokowi yang selama selalu bertingkah sebagai petugas partai. “Berani nggak itu. Harus menempatkan dirinya sebagai Presiden, bukan petugas partai,” tandas Hendri sembari menyindir. (Rudi F)

Redaktur: Herman Wahyudi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.