Sekum Cabang Bulaksumur: Kongres HMI XXIX Tak Seburuk Berita di Media

PEKAN BARU – Banyak beredarnya pemberitaan negatif terkait pelaksanaan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke XXIX di Pekanbaru, Riau, menuai keprihatinan kader-kader HMI. Sebab, kenyataan di arena kongres tidak seburuk anggapan masyarakat yang membaca atau melihat berbagai pemberitaan negatif di media massa tersebut.

“Sebagai salah satu peserta dari kongres, saya menyayangkan stigma negatif yang dibangun secara sangat prematur bagi sebagian orang terhadap HMI. Padahal, dilapangan kondisi tersebut tidaklah seperti yang diberitakan media. Para pengurus HMI Cabang saling bertegur sapa, bertukar pikiran, dan tolong menolong bagi saudara sehimpun. Terdapat pula beberapa forum diskusi kecil-kecilan yang terbentuk secara organik di arena kongres ataupun di sekitar penginapan,” kata Sekretaris umum HMI Cabang Bulaksumur, DIY, Harizul Akbar Nazwar dalam keterangan pers yang diterima redaksi jogjakartanews.com, Selasa (24/11/2015).

Sebagai kader HMI dan peserta utusan kongres HMI XXIX, Harizul menghimbau agar masyarakat agar tidak serta merta terbawa arus mainstream media yang bahkan validitas informasinya belum jelas. Menurutnya, Himpunan Mahasiswa Islam, seperti yang dikatakan Jenderal Sudirman adalah Harapan Masyarakat Indonesia, bukanlah ungkapan kosong.

Harizul memaparkan, secara umum terdapat 202 Cabang Penuh dan 16 Cabang persiapan HMI di seluruh Nusantara dari ujung paling timur hingga ujung barat. Secara infrastruktur, kata dia, HMI adalah organisasi mahasiswa terbesar dan terkokoh.

“Kompleksnya infrastruktur organisasi HMI telah teruji melewati berbagai macam tantangan jaman yang berbeda-beda. Oleh sebab itu pula infrastruktur organisasi HMI banyak dijadikan referensi bagi organisasi lain di seluruh Indonesia,” ungkap Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Dijelaskan Harizul, khalayak juga perlu menyadari bahwa Kongres adalah forum tertinggi dan termulia dalam HMI.Kader-kader HMI menuju Pekanbaru karena terpanggil melaksanakan amanah dan kewajiban organisasi  demi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia. Selama kurang lebih 7-10 hari,  kata dia, Mereka harus merelakan zona nyamannya untuk melaksanakan kongres.

“Mereka tidak dibayar, tidak pula dapat jaminan kesuksesan. Artinya, rekan rekan HMI yang rela pergi untuk melaksanakan Kongres jauh-jauh dari tanah asal mereka mempunyai tekad yang kuat untuk membangun himpunan dan merajut silaturahmi dengan saudaranya yang lain,” tukas Peneliti Pusat Studi Perencanaan dan Pembangunan Regional UGM ini.

Namun demikian, Harizul tidak membantah jika memang terdapat beberapa oknum kader HMI yang terlibat cekcok dengan aparat kepolisian. Selain itu terdapat carut marut koordinasi antar para Panitia Nasional (Panasko) dan Panitia Lokal (Panlok) Kongres HMI XXIX, sehingga Agenda Kongres yang sedianya dimuali sejak Minggu (22/11/2015) kemarin, tidak berjalan lancar.

“Tentu ada pula kritik bagi para Panasko, kami sangat memohon untuk menunjukka profesionalitasnya dengan bertanggung jawab secara penuh agar agenda kongres dapat berjalan sesuai rencana, agar para pengurus HMI Cabang dan utusan kongres tidak semakin terkatung-katung. Karena semakin lama kongres berlangsung, semakin terindikasi pula bahwa kongres tersebut tidak berkualitas dan kontra-produktif,” harapnya.

Harizul juga menyampaikan autokritik bagi para pengurus HMI Cabang dan utusan kongres untuk dapat menjaga dengan segenap jiwa dan raga khittah dan martabat HMI, khususnya dalam menjaga keberlangsungan Kongres XXIX demi tercipta Kongres yang berkualitas. Agenda-agenda kongres diantaranya Revisi AD/ART, penyusunan Grand Mapping organisasi, penggodokan pedoman pengkaderan dan lembaga kekaryaan lainnya, telaah LPJ kepengurusan, perumusan rekomendasi strategis maupun taktis terhadap ummat dan bangsa hingga pemilihan Ketua Umum terbaru adalah serangkaian agenda hajatan besar dua tahunan yang wajib dilaksanakan HMI.

Last but not least, jangan sekali kali mengkerdilkan pemikiran kita hanya dengan menganggap forum kongres sebagai forum pleno IV (Pemilihan Ketua Umum) semata.  Arena kongres adalah arena adu pemikiran, adu gagasan, dan adu berbuat baik serta menghasilkan kemashalatan bagi ummat dan bangsa. Semoga kita semua dikuatkan dalam perjuangan,” tutupnya. (kt3) 

Redaktur: Rizal

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.