Jokowi JK Diminta Teladani Sikap Sigit Priadi

JAKARTA – Indonesia di bawah kepemimpinan rezim Joko Widodo– Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai kian terpuruk. Banyak kegaduhan politik yang mengalihkan persoalan rakyat yang semakin sengsara akibat kebijakan-kebijakan tidak populis, seperti pencabutan subsidi dan kapitalisasi energy, sehingga daya beli rakyat turun dan  ekonomi kian terpuruk.

“Juga terjadi darurat hukum, darurat narkoba, bahkan Indonesia semakin tidak aman dan tidak nyaman,” tandas Ketua Umum Presidium Sekber Indonesia Berdaulat , dr. Ali Mahsun, M. Biomed kepada jogjakartanews.com melalui keterangan pers, Jumat (04/12/2015).

Ali meminta Jokowi-JK lebih arif dan bijaksana segera mencontoh mantan Dirjen Pajak RI, Sigit Priadi. Menurutnya Per 1 Desember 2015 Sigit Priadi mengundurkan diri sebagai Dirjen pajak karena merasa tidak mampu memimpin Dirjen Pajak.

“Demi dan untuk Indonesia, Sigit Priadi memilih mundur daripada membebani bangsa dan negara RI karena merasa  tidak mampu memenuhi target pendapatan pajak. Sebuah sikap kstaria, arif dan bijaksana, dan preseden tauladan bagi para pejabat lain di Indonesia. Siapa saja harus mencontoh Sigit Priadi jika tidak mampu mengemban amanah rakyat, bangsa dan negara harus segera mengundurkan diri. Tak terkecuali Presiden dan Wapres RI sekalipun,” tegas Ali yang Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

Jika Jokowi – JK tidak mau mundur dengan terhormat, kata dia, APKLI dan elemen bangsa yang terhimpun dalam Sekber Indonesia Berdaulat akan  mendesak Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar Sidang Istimewa (SI) untuk mencopot jabatan Presiden dan Wapres, serta mengembalikan UUD 45 Asli hasil rapat BPU PKI dan membatalkan UUD Amandemen yang sekarang berlaku.

“Jika JokowiJK seorang negarawan tentunya tak perlu menunggu SI MPR RI untuk turun dari kursi Presiden dan Wapres RI. Jokowi-JK lebih cepat mengundurkan diri dengan legowo sebagai Presiden dan Wapres RI adalah jauh lebih arif, bijak, terhormat dan kstaria. Indonesia dan dunia akan mencatat Jokowi-JK dengan tinta khusus dalam sejarah peradaban manusia jika hal tersebut dilakukan demi dan untuk Indonesia,” pungkas Ali yang mantan Ketua Umum BAKORNAS LKMI PB HMI 1995 – 1998. (kt3)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.