Kontribusi BUMN Untuk Negara Dinilai Masih Rendah

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia selama ini  terkungkung dalam gudang emas. Dengan total aset 20 BMUN di Indonesia yang sebesar 2669 triliun, ternyata tidak mampu banyak menyumbangkan keuntungannya terhadap negara.

Menurut Managing Director LM Universitas Indinesia (UI), Toto Pranoto apabila dibandingan dengan negara-negara tetangga, BUMN di Indonesia belum banyak memberikan sumbangan terhadap keuangan negara. 

“Di tahun 2016 Temasek dan Khazana adalah pesaing BUMN Indonesia dari negara tetangga. Malaysia dan Singapura, mereka menggunakan holding company untuk mengelola  BUMN . Indonesia sampai hari ini belum memiliki Holding Company yang mengelola BUMN secara profesional. Keberadaan BUMN Indonesia berada di bawah langsung kementerian BUMN,” kata Toto dalam Seminar Reshaping, Sharpening & BUMN Outlook 2016, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Dikatakan Toto, Khazanah dan Temasek,  tidak perlu meminta persetujuan pedana menteri terkait keputusan investasi. Pengambilan keputusan ivestasi dan operasinal, kata dia,  cukup pada tataran dewan direksi dan manajemen.  

“Pola berbeda diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Menutut kajian LM UI Tantangan internal BUMN berada di tinggat pemangku kepentingan. Permasalahannya pada penyelarasan perundangan yang melingkupi gerak bisnis BUMN di Indonesia,” pungkasnya. (fan/kt3)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.