Gelorakan Kembali Hamukti Palapa, PKL Siap Usir Penjajah Ekonomi

JAKARTA –  Penjajahan ekonomi oleh bangsa asing atau anak negeri yang menggadaikan harga dirinya untuk menjajah sesama anak negeri, dirasakan dan menjadi keprihatinan bersama anggota Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) di seluruh Nusantara.

Kebijakan rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai nyata-nyata telah merampas hak mencari nafkah PKL. Diantaranya dengan instruksi agar kawasan wisata bebas PKL. Selain itu kerap penggusuran PKL digantikan kongsi kapitalis multinasional  (perusahaan asing atau yang berafiliasi) semisal Sevel Elevent, Indomart, Alfamart, Lawson, KFC, seperti yang telah terjadi dikawasan PT. KAI yang mengorbankan  300 ribu PKL.

“Dalam Rapimnas III APKLI yang berlangsung 19 Desember 2015 di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB yang lalu, APKLI menggelorakan semangat Patih Gadjah Mada dengan ‘Hamukti Palapa’ (Sumpah Palapa). Kami,  PKL diseluruh tanah air bertekad berjuang dan mengabdi sekuat tenaga dengan ikhlas untuk merebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.  Siapa saja yang merongrong atau merobeknya maka harus dilawan dan diusir dari bumi pertiwi, baik bangsa asing atau anak negeri yang menjadi hamba asing,” tegas Ketua DPP APKLI, dr. Ali Mashun, dalam keterangan pers yang diterima jogjakartanews.com, Senin (21/12/2015).

Ditegaskan Ali, ia tidak melarang bangsa asing untuk melakukan kegiatan di Indonesia, namun sebatas sebagai mitra ekonomi, tidak boleh infiltrasi, invasi, dan menjajah ekonomi Indonesia. APKLI beserta PKL diseluruh Indonesia, kata dia, siap di garda depan merebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia dari cengkraman bangsa asing atau segelintir elit yang menghamba kepada bangsa asing.

“Indonesia merindukan semangat Hamukti Palapa Pemimpin Bangsa, bukan pelacuran atau penikmat kendurian kue negeri yang korbankan nasib dan masa depan bangsa dan negara. Juga bukan antek bangsa asing atau penjual negeri demi angkara murka puaskan diri sendiri atau golongan. Itulah sekelumit gambaran Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada yang antarkan kejayaan Majapahit pada abad XIV,” tukas Ali.

Dipilihnya Rapimnas III APKLI di NTB juga hendak menegaskan bahwa semangat APKLI untuk hamukti palapa benar-benaqr akan digelorakan.  Menurutnya, tak jauh dari Makam Raja Selaparang Lombok Timur NTB, berdasarkan sejarah, Gajah Mada merumuskan Sumpah Palapa yang dikumandangkan di Trowulan Mojokerto Jawa Timur.

“Atas tekad bulat Hamukti Palapa, Gadjah Mada sebagai Mahapatih Majapahit mampu dan mau mengantarkan Kejayaan Majapahit pada abad XIV. Sebuah kejayaan nusantara sebagai negara bangsa yang digdaya seantero dunia. Bagaimana dengan Indonesia ke depan? Tentu juga ingin kembali Berjaya,” ungkapnya.

Dalam mewujudkan tekad tersebut, kata Ali, APKLI akan menggandeng berbagai elemen bangsa untuk bersama-sama berjuang dan bergerak menegakkan kedaulatan bangsa, terutama di bidang ekonomi. Dalam Rapimnas III Apkli juga dihadiri pimpinan berbagai organisasi gerakan mahasiswa dan pemuda, diantaranya KNPI, IMM, GPII, dan HIMMAH. 

“Sumpah Hamukti Palapa Gajah Mada diharapkan sebagai energi baru, sebagai adrenalin pemicu berkobarnya semangat APKLI dan PKL, juga rakyat dan bangsa Indoensia untuk berjuang dan mengabdi selamatkan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia guna terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkas Ali. (pr*)

Redaktur: Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.